MADINA, Mohga – Ratusan warga Desa Singkuang 1 Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tiba di Gedung DPRD Madina, Komplek Paya Loting untuk berunjuk rasa memperjuangkan hak mereka dari perusahaan perkebunan PT Rendi Permata Raya, Rabu (7/6/2023).
Massa tersebut tergabung dari beberapa golongan mulai dari kaum ayah, ibu, pemuda, lansia hingga bayi dibawah lima tahun (Balita).
Ketua Koperasi Produksi Hasil Sawit Bersama (KP-HSB) Sapihuddin menjadi ujung tombak dalam menyampaikan aspirasi masyarakat di halaman Gedung DPRD Madina.
“Habis dari DPRD Madina ini, kami akan bertolak ke kantor bupati. Kami rindu bupati,” katanya.
Sapihuddin berharap kepada DPRD menerima kedatangan dan menampung aspirasi yang menjadi hak mereka di perkebunan kelapa sawit PT Rendi Permata Raya.
Dia juga menyebut mereka sudah beberapa kali mengalah dalam memperjuangkan hak mereka. Mulai dari tawaran 100 hingga 200 hektar dari pihak perusahaan.
“Kami sudah sering mengalah dalam memperjuangkan plasma, diberikan 300 hektar di dalam HGU perusahaan dan sisanya dicari di luar HGU. Ini malah terakhir hanya ditawarkan 200 hektar. Kenapa tidak bisa 300, ini ada apa?,” jelasnya.
Sapihuddin juga menyinggung rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPRD Madina ke bupati HM Ja’far Sukhairi Nasution. Tindak lanjut dari bupati, kata mereka tidak ada sampai hari ini.
Menurut informasi dihimpun Mohganews, ratusan masyarakat tersebut akan bermalam di gedung DPRD dan kantor bupati sebelum hak mereka itu ditunaikan. (MN-08)











