Demo Mahasiswa PMII ke Polres Madina, Satu Orang ‘Tumbang’

Panyabungan| satu orang pengunjuk rasa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke Markas Polres Mandailing Natal (Madina) tumbang.

Aksi unjuk rasa PMII Madina ke markas Kepolisian tersebut berlangsung pada Kamis siang (7/1/2021) sekitar pukul 13.15 Wib dan selesai sekitar pukul 16.00 Wib atau sekitar tiga jam

Mahasiswa yang jatuh pingsan tersebut berinisial MA, mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina. Mereka bertahan hingga tiga jam di bawah terik panas mentari disebabkan Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi tak kunjung menemui mereka untuk menjelaskan terkait laporan masyarakat atas praktek tambang emas tanpa izin alias illegal di wilayah Pantai Barat

Seratusan orang mahasiswa dari PMII mengadakan aksi demo ke markas Polres Mandailing Natal, satu orang jatuh pingsan.

“Satu rekan kita ada yang pingsan karena kelelahan. Karena kita melakukan aksi selama 3 jam, kita bertahan karena Kapolres tak kunjung menemui kita. Tapi kejadian ini tidak menyurutkan tekad kita mengawal permasalahan tambang Illegal ini. Dan rekan kita yang lain sampai detik ini tetap semangat dan tak mau mundur,” ujar Ketua PC PMII Kabupaten Madina, Alwi Rahman didampingi koordinator lapangan, Muhammad Arif Ibrahim

MA yang jatuh pingsan tersebut langsung digotong ke klinik yang berada di komplek Polres Madina untuk dilakukan penanganan medis

“Kami akan pulang, tapi kami tegaskan kami tidak akan berhenti, kami akan datang kembali, kami hanya meminta Kapolres Madina menjelaskan soal tindak lanjut laporan masyatakat terkait praktek tambang Illegal,

“Apa susahnya menjelaskan itu, kami tidak paham apa yang terjadi ini karena sampai sekarang kami belum mendapat jawaban. Apakah tuntutan kita sudah dikaji oleh kepolisian. Jika sudah, bagaimana progres nya? Jika belum, apa kendalanya? Bagaimana dengan isu keterlibatan pihak kepolisian dalam aktivitas penambangan tersebut?, Kami cuma ingin penjelasan ini saja,” beber Alwi.

“Saat ini kita menilai penegakan hukum terkait maslah ini sangat lamban, bahkan mungkin tidak ada kinerja. Dan kita lihat, untuk menemui mahasiswa saja Kapolres Madina pun enggan. Padahal ini aksi kedua kita ke Polres. Ke depannya, kita akan kembali lagi melakukan aksi ke Polres Madina, kemudian kita juga akan melakukan aksi kepada pihak Pemkab Madina dan DPRD Madina,” pungkas Alwi

Pantauan MohgaNews, massa membubarkan diri dengan tertib setelahmelaksanakan ibadah shalat Azar terlebih dahulilu. (MN-07)