Dampak Banjir Mandailing Natal, 900 Ha Tanaman Pertanian Gagal Panen

PANYABUNGAN,- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Siar Nasution SP menyebut lahan pertanian masyarakat gagal panen akibat bencana alam banjir pada 18 Desember 2021 lalu sekitar 900 Hektar.

Lahan pertanian terdampak banjir meliputi tanaman padi dan palawija. Rata-rata tanaman berusia 1 hingga 2 Minggu setelah ditanam.

“Setelah kita melakukan pendataan usai banjir surut, lahan pertanian terkena dampak banjir sekitar 900an hektar lebih. Tanamannya padi dan palawija yang usia tanamnya masih muda. Dipastikan gagal panen,” kata Siar, Selasa (11/1/2022) diruang kerjanya.

Ia menjelaskan, upaya yang dilakukan pemerintah daerah untuk menanggulangi kerugian masyarakat adalah dengan cara berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat.

“Hingga saat ini belum ada tindak lanjut. Namun, sesuai arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina diusulkan ke Provinsi dan Pusat. kita masih menunggu arahan, Kadis Pertanian Provinsi juga sudah melakukan survey ke lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Hutaimbaru Kecamatan Muara Batang Gadis menyurati Bupati, Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution tentang kerusakan fasilitas umum, rumah warga dan lahan pertanian gagal panen.

Mereka memohon kepada Pemerintah Darah mencari solusi untuk perbaikan kerusakan dampak banjir tersebut. (MN-08)