Belajar jadi Penakluk Lebah Trigona dari Asrori Nasution

Panyabungan| namanya Asrori Nasution (29) salah satu petani lebah Trigona di Mandailing Natal (Madina) yang beralamat di komplek Vinago Desa Pidoli Lombang kecamatan Panyabungan menjelaskan tata cara pengembangan budidaya lebah trigona (stingless bee) tersebut.

Sama-sama diketahui bahwa salah satu produk budi daya lebah Trigona adalah madu yang memiliki manfaat yang tinggi bagi kesehatan maupun bisa meningkatkan perekonomian.

Awalnya, kata dia, ketertarikan untuk jadi petani lebah madu adalah dari kegiatan pelatihan budi daya lebah madu yang diselenggarakan oleh taman nasional batang gadis (TNBG) bekerjasama dengan tim penggerak pembina kesejahteraan keluarga (PKK) Mandailing Natal pada tahun 2018, Pada kegiatan pelatihan tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Madina, Ny Ika Desika Dahlan Nasution.

“Pada saat pelatihan tersebut hanya saya laki-laki yang mengikutinya dikarenakan pelatihan khusus untuk membina ibu ibu PKK di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, dengan rasa penasaran ingin tahu, saya ikuti pelatihan tersebut,” kata Asrori kepada MohgaNews, Rabu (20/1/2021)

Proses pengambilan madu dari sarang lebah Trigona

Dijelaskan Asrori, produk dari lebah Trigona ini secara umum ada 3 macam yaitu Madu, Bee Pollen dan Propolis. Secara ekologis lebah madu memiliki peran dalam membantu penyerbukan bunga sehingga ini juga berpotensi meningkatkan penambahan hasil panen pada tanaman berbuah.

“Proses untuk bertani lebah Trigona ini sangat banyak tantangannya, sudah 2 tahun merintis sebagai petani lebah, hambatan dan tantangan selalu ada, akan tetapi itulah proses dan saya jadikan sebagai penelitian kecil-kecilan, Alhamdulillah sejak Desember 2020 saat ini sudah mulai panen rutin,”

“Pada dasarnya saat ini saya masih fokus untuk isu penyelamatan lingkungan karena dalam budidaya lebah ini kita dituntut untuk selalu menambah vegetasi yang dibutuhkan oleh lebah madu ini,” ungkapnya

Lanjutnya, ia memandang bertani lebah Trigona juga bisa berpeluang untuk meningkatkan perekonomian dan permintaan penjualan di Madina belum tercukupi. Dengan harga Rp 800 ribu perliter, usaha ini sangat bagus dan perlu ditingkatkan, sampai saat ini panen terbanyak yang didapatkan baru 600 ml sebanyak 6 koloni. Untuk pemasaran sampai saat ini masih kepada teman dekatnya

Ke depannya, Mahasiswa lulusan Universitas Riau tersebut berharap madu Trigona yang dihasilkan akan menjadi salah satu produk UMKM madina.

Sebagai penutup bagi masyarakat yang ingin belajar bertani lebah Trigona, ia menyambut baik dan bersedia membimbingnya, tanpa dipungut biaya

“Saya sedang merancang Bee Education Center, dengan tujuan akan menjadi pusat pendidikan lebah madu nantinya di Madina sehingga masyarakat bisa belajar budi daya sehingga lebah Trigona ini berkembang di Madina,” tutupnya. (MN-08)