MADINA, Mohga – Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi Dinas Pertanian wilayah persawahan masyarakat ‘Saba Lamo’ di Desa Barbaran Kecamatan Panyabungan Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) 2023 rusak parah.
Bangunan ini sesuai kontrak dikerjakan sejak 25 Mei 2023 dengan masa kerja selama 90 hari kalender dengan nilai kontrak Rp 110.208.000 yang dikerjakan oleh CV Nabila.
Menurut informasi dari petani di lokasi, bangunan itu dikerjakan secara cepat dan baru saja selesai dikerjakan sebulan yang lalu.
Pantauan di lokasi, bangunan jaringan irigasi menggunakan anggaran seratusan juta rupiah ini sudah rusak parah. Puluhan meter semen cor pinggiran irigasi sudah ambruk dan retak.
Warga setempat terkhusus petani di Barbaran merasa keberatan hadirnya bangunan yang tidak sesuai dengan regulasi yang ada. Pasalnya, petani merasa kesulitan air akibat terhambat bangunan ambruk.
Petani meminta pihak kontraktor maupun dinas pertanian memperbaiki jaringan irigasi itu karena baru terhitung hari sudah rusak dan membawa efek yang buruk bagi petani Saba Lamo.
“Sejak awal kami heran ada masuk bangunan yang dikerjakan begitu cepat dan hasilnya carut marut. Baru sebulan selesai dikerjakan sudah rusak, mohon diperbaiki demi kelancaran jaringan irigasi bagi petani di Barbaran,” ucap warga bernama AS Nasution, Sabtu (5/8/2023).
Petani lainnya yang ditemui Mohganews juga menyebut mereka bersyukur pemerintah memberi perhatian kepada Desa Barbaran. Akan tetapi, warga tersebut menilai bangunan jaringan irigasi itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.
“Siapa yang tak bersyukur pemerintah memasukkan bangunan ke daerah kita, kan. Tapi maunya baguslah dikerjakan agar warga tidak kecewa. Jangan lebih memikirkan untung besar dari pekerjaan daripada memikirkan nasib para petani,” ungkapnya. (MN-08)









