MANDAILING NATAL – Arsenal untuk sementara memimpin 1-0 atas Paris Saint-Germain (PSG) pada babak pertama partai final Liga Champions. Strategi pressing ketat yang diterapkan skuad asuhan Mikel Arteta sukses membuat lini serang Les Parisiens frustrasi dan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target) di 45 menit pertama.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Arsenal langsung melancarkan tekanan agresif hingga ke area pertahanan PSG. Strategi ini terbukti ampuh merusak ritme permainan anak-anak asuh Luis Enrique, yang kesulitan memegang bola dan membangun serangan dari bawah.
Laga baru berjalan enam menit, Meriam London sudah mengejutkan raksasa Prancis tersebut lewat gol pembuka. Gol ini berawal dari skema serangan Arsenal di sisi kiri lapangan. Bek PSG, Marquinhos, sebenarnya sempat mencoba membuang bola. Namun, sapuannya justru membentur Leandro Trossard, membuat bola liar bergulir bebas ke jantung pertahanan PSG.
Kai Havertz dengan sigap menyambar bola tersebut dan melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti. Meski ruang tembaknya terbilang sempit, penyerang asal Jerman itu dengan tenang menaklukkan kiper lawan lewat sepakan kaki kiri yang presisi.
Skor berubah 1-0 untuk Arsenal.
Setelah unggul, Arsenal tidak menurunkan intensitas pressing mereka. Hasilnya, hingga memasuki menit ke-20, PSG sama sekali tidak diberikan ruang untuk mengancam gawang David Raya. Pada menit ke-26, laga sempat terhenti setelah kiper PSG, Matvei Safonov, terkapar di lapangan usai berbenturan dengan Trossard dalam situasi perebutan umpan silang Bukayo Saka. Beruntung bagi PSG, setelah mendapat perawatan medis, Safonov dinyatakan bisa melanjutkan pertandingan.
PSG sejatinya mendominasi penguasaan bola, tetapi mereka benar-benar buntu saat memasuki sepertiga akhir lapangan. Setiap kali Ousmane Dembele atau Khvicha Kvaratskhelia menguasai bola, para pemain Arsenal langsung melakukan double cover untuk menutup ruang gerak dan memutus jalur tembakan.
Disiplinnya lini belakang Arsenal membuat skor 1-0 bertahan hingga menit ke-35. Formula bertahan yang disiapkan Mikel Arteta terbukti diimplementasikan dengan sempurna oleh William Saliba dan kolega.
Jelang turun minum, PSG baru mendapatkan peluang bersih pertama mereka di menit ke-42. Akselerasi Nuno Mendes diakhiri dengan umpan silang berbahaya yang memicu kemelut di depan gawang Arsenal. Bola liar kemudian disundul oleh Fabian Ruiz, namun arahnya masih melambung di atas mistar.
Pada menit ke-45, Dembele mencoba peruntungan lewat spekulasi tendangan jarak jauh, tetapi bola masih terbang jauh dari sasaran. Memasuki masa injury time, giliran pemain muda Desire Doue yang melepaskan tembakan jarak jauh, yang hasilnya juga belum menemui sasaran.
Sebelum wasit meniup peluit panjang, Havertz nyaris menggandakan keunggulan Arsenal di dalam kotak penalti. Beruntung kali ini Marquinhos sigap memblok tembakan tersebut sehingga bola bisa diamankan oleh Safonov.
Skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal menutup jalannya paruh pertama. (REL)








