MADINA – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, meninjau langsung lokasi kebakaran yang menghanguskan rumah warga di Desa Lumban Pinasa (Lumpin), Kecamatan Siabu, Selasa (5/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Atika menginstruksikan Dinas Sosial (Dinsos) untuk segera melakukan pendataan agar bantuan uang tunai dapat segera dicairkan melalui pembukaan rekening bank baru setiap korban.
Pantauan di lokasi, Wabup Atika yang didampingi Kalaksa BPBD Mukhsin Nasution dan sejumlah kepala OPD tiba pukul 14.15 WIB. Berdasarkan hasil tinjauan, tercatat tiga unit rumah warga rata dengan tanah (rusak total), sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian dinding akibat terdampak kobaran api.
“Saya minta survei dilakukan hari ini juga. Dinas Sosial akan memberikan bantuan uang tunai dari APBD yang memang sudah diposkan pada instansi tersebut,” tegas Atika di hadapan para korban kebakaran.
Atika berpesan agar bantuan tunai yang nantinya diterima dapat dimanfaatkan secara bijak untuk membantu proses pemulihan. Ia menyadari bahwa nominal bantuan mungkin tidak menutupi seluruh kerugian, namun ia memastikan anggaran untuk musibah kebakaran tetap menjadi prioritas Pemkab Madina.
“Bantuan kebakaran tidak terkena efisiensi anggaran, meskipun jumlahnya mungkin tidak cukup untuk membangun kembali rumah seperti sedia kala. Mohon dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Selain bantuan logistik dan tunai, Wabup Atika memberikan atensi khusus terkait dokumen kependudukan warga yang hangus terbakar. Ia memerintahkan Camat dan Kepala Desa untuk memfasilitasi pengurusan KTP, KK, hingga ijazah yang hilang tanpa harus membebani korban.
“Ibu dan bapak tidak perlu ke kantor kabupaten. Cukup Kepala Desa koordinasi ke Camat, lalu ke Disdukcapil. Untuk KTP dan KK, sehari saja bisa selesai dicetak,” ujarnya, memastikan pelayanan publik yang responsif.
Mengingat kondisi cuaca yang cukup terik dalam dua pekan terakhir, Atika mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pemicu kebakaran, terutama terkait aktivitas pembakaran sampah dan penggunaan arus listrik.
“Cuaca sangat panas, kita harus waspada. Jika membakar sampah, pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Selain itu, teliti dalam penggunaan arus listrik, jangan sampai beban pemakaian melebihi daya yang tersedia,” imbaunya.
Dalam kesempatan itu, secara simbolis bantuan logistik dari BPBD, Dinas Sosial, dan Palang Merah Indonesia (PMI) juga telah diserahkan kepada para korban melalui koordinasi pemerintah desa setempat.
Kebakaran rumah di Lumban Pinasa terjadi pada Sabtu (2/5/2026) pukul 18.30 WIB diduga akibat arus pendek listrik. Menurut laporan Kepala Desa, kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta. Pemilik rumah bernama Molken Pakpahan, Elly Napitupulu, dan Johnes. (FAN)











