Apa itu Tilang elektronik? Ini Penjelasan Polres Mandailing Natal

0
733

Panyabungan| penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) diwilayah hukum Polres Mandailing Natal (Madina) untuk saat ini masih tahap sosialisasi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Madina, AKP Septian Dwi Rianto Sik MH mengatakan, untuk penerapan ETLE tersebut masih menunggu perintah dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

”Pelaksanaannya ditingkat Polda dalam tahap melengkapi sarana dan prasarana pendukung dan kami diwilayah siap menindaklanjuti arahan lebih lanjut dari direktorat Lalu Lintas Polda Sumut ataupun Korlantas Polri. Namun demikian kami informasikan dalam waktu dekat akan dilaksanakan launching untuk tingkat Polda yang dipilih secara serentak,” kata AKP Septian, Rabu (17/2/2021).

Perwira Pertama Polri Lulusan Akademi Kepolisian itu menjelaskan kepada masyarakat atau pengemudi agar nantinya setelah peraturan final, senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku.

”Kami informasikan kepada masyarakat bahwa nantinya pelaksanaan ETLE akan merekam pelanggaran kasat mata seperti melanggar rambu lalu lintas marka jalan dan berkendara tanpa menggunakan helm,”

”Adapun Sistem Kerja ETLE, kamera pengawas atau CCTV sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang terpasang akan menangkap gambar kendaraan bermotor yang melanggar aturan lalu lintas. Setelah itu, hasil tangkapan gambar tersebut terkirim langsung ke pusat data di TMC tingkat Polda. Petugas akan memverifikasi jenis pelanggaran pengendara motor yang tertangkap kamera ETLE dan mengidentifikasi nomor pelat nomor. Apabila sudah terverifikasi jenis pelanggarannya, petugas akan menerbitkan surat konfirmasi,

”Surat konfirmasi tersebut akan dikirim ke alamat pengendara motor yang melanggar selambat-lambatnya 3 hari setelah pelanggaran dilakukan. Lalu, Pelanggar diberikan waktu 7 hari setelah pengiriman surat konfirmasi untuk klarifikasi jika ada kekeliruan dalam proses tilang,

”Klarifikasi dari pemilik kendaraan dapat dilakukan melalui situs web, melalui aplikasi yang nantinya dapat diunduh melalui Play Store, atau mengirimkan kembali blangko konfirmasi yang telah diisi kepada kepolisian. Pemilik kendaraan bisa mengklarifikasi jika saat itu kendaraannya dikendarai orang lain, atau kendaraan itu sudah bukan lagi miliknya namun belum dilakukan balik nama oleh pemilik yang baru. Sesudah klarifikasi, pelanggar mendapatkan surat tilang biru sebagai bukti pelanggaran, serta kode BRI virtual sebagai kode pembayaran melalui Bank BRI, pembayaran bisa dilakukan lewat bank atau mengikuti sidang sesuai jadwal yang ditentukan. Pelanggar memiliki waktu 7 hari lagi setelah proses klarifikasi untuk membayar denda,” terang Kasat

Ia menegaskan apabila pelanggar tidak mengindahkan sanksi tersebut maka surat kendaraan terblokir secara otomatis.

”Jika pelanggar tidak segera membayar denda tilang, maka STNK kendaraannya akan terblokir dan tidak bisa diperpanjang. STNK akan kembali aktif, setelah pelanggar membayar denda tilang. Denda yang dibayarkan sesuai jenis pelanggaran yang diatur Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” tutupnya. (MN-08)