Anuar dan Kedua Putrinya Dijemput Polisi, Kapolsek Panyabungan Bungkam

MADINA, Mohga- Kapolsek Panyabungan AKP Syarifuddin Nasution beserta jajarannya dinilai enggan memberikan keterangan kepada wartawan soal penanganan kasus penemuan bayi perempuan di dalam pagar rumah Anuar (58) warga Dusun Aek Galoga Desa Pidoli Lombang Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Pantauan wartawan, sejak penemuan bayi perempuan yang terkubur itu, Kapolsek dinilai enggan memberikan keterangan hingga telepon selulernya sampai saat ini tidak aktif.

Terhitung 9 jam sejak ditemukan, keterangan resmi dari Polsek Panyabungan selaku yang menangani kasus belum juga diperoleh wartawan.

Mulai dari Kapolsek hingga Kanit Reskrim dinilai enggan memberi keterangan awal soal tindak lanjut penanganan kasus itu.

Bahkan, Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul Akbar Sidiq yang dihubungi Mohganews untuk menanyakan proses penyelidikan malah kembali memerintahkan ke Kapolsek Panyabungan.

“Langsung ke Kapolsek aja yang menangani ya,” jawab Kapolres, Kamis (6/7/2023).

Mencuat di kalangan pers di Panyabungan, sejak pergantian Kapolsek dari AKP Andi Gustawi ke AKP Syarifuddin Nasution, informasi sangat sulit diperoleh kalangan wartawan dari Syarifuddin.

Sikap AKP Syarifuddin dinilai tidak mencerminkan layaknya Presisi Polri dan Polres Madina yang Madani.

Diketahui mayat bayi perempuan tersebut ditemukan di dalam pagar rumah Anuar. Rumah Anuar terletak di depan SMK Negeri 1 Panyabungan.

Bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB saat Anuar pulang bekerja sebagai tukang bangunan. Kejadian tersebut menggemparkan warga Panyabungan terkhusus di Dusun Aek Galoga.

Pada saat kejadian, Anuar juga dibawa jajaran Polsek Panyabungan untuk diperiksa sebagai saksi yang pertama menemukan.

Setelah itu, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, tetangga Anuar melihat polisi kembali menjemput dua putri Anuar bernama Maya dan Ummi. (MN-08)