MohgaNews|Madina – berawal dari hobi iseng mengisi waktu kosong, kini bakat melukis Amalia Suci Batubara (17) mulai dikenal di Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina)
Amalia Suci Batubara memulai
melukis sejak kelas 1
SMP, karena sudah terbiasa amalia sampai sekarang sudah biasa diundang untuk melukis dinding Cafe dan Sekolah.

Diketahui Amalia adalah anak bungsu dari 7 bersaudara, dia warga Kelurahan Dalan Lidang Panyabungan yang masih duduk di bangku sekolah di
MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan.
Kepada MohgaNews Minggu (30/8/2020) pada saat mengerjakan seni lukis di Cafe Sada lintas timur kelurahan pidoli dolok ia menuturkan bahwa cita-citanya ingin menjadi dokter dan melukis adalah satu-satunya hobi yang dimilikinya.
“Awalnya iseng-iseng waktu sokolah SMP kelas 1,waktu itu masih mencoba misalnya menggambar wajah kakak dari paspotonya, biasanya menggambar kartun dan pada saat disekolah ada kawan yang menggambar seni,saya ikuti dan lebih seringnya belajar dirumah belajar sendiri tanpa ada guru”kata Amalia
Wanita kelahiran Panyabungan 18 Februari 2003 itu mengatakan dalam proses lukis ia menggunakan cat kuas, pensil, kapur, dan cat berwarna.
“Kalau modelnya tidak terlalu fokus karena semuanya tergantung pesanan, saya melukis masih menggunakan cat kuas, pensil, kapur dan cat berwarna,”
“Awalnya kita jelaskan letak kerumitan pada saat mulukis.Untuk harga tergantung kerumitan, kalau mudah simpel saja biayanya 200 ribu. Jika lukisan bertimpa bisa menjadi 500 ribu, akan tetapi intinya tarif harga tergantung kesepakatan,” tuturnya
Terpisah, Ahmad Yogi kakak ke 4 dari Amalia merasa bangga kepada adiknya karena sudah bisa melukis padahal masih duduk di bangku sekolah.
“Mulai SMP klas 1 adek saya memulainya, ada juga keturunan dari orang tua untuk seni murninya, kebetulan saya juga design grafis, kemarin saya ada juga mata kuliah menggambar bentuk saya ajarkan kepada dia,
“Seni murninya sudah ada namun harus diasah lagi karena bagus juga untuknya nanti,” tuturnya
Ia menjelaskan asal mula Amalia terjun ke lapangan untuk menghias suasana dinding cafe melalui lukisan.
“Sebenarnya bermula
permintaan dari kawan ada yang buka cafe, saya pikir untuk menambah masukan adek saya walaupun tarifnya gak seberapa, saya selalu mengatakan jangan memikirkan tarif dulu,
Kalau ke arah seni dibilang sudah lumayan bagus, seni digital pun dia sudah bisa misalnya edit video dan membuat design,” tandasnya. (MN-08)











