Aliansi BEM Madina Demo soal Stunting

MADINA, Mohga – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kabupaten Mandailing Natal (Madina) aksi damai di Kantor Bupati Madina menuntut penanganan stunting yang menurut mereka carut marut dan hancur, Rabu (11/10/2023).

Seratusan mahasiswa yang kualiah di tiga universitas di Kabupaten Madina itu menyebut hati nurani para pejabat di Bumi Gordang Sambilan sudah mati. BEM se Madina turut berdukacita dengan mengucapkan Innalilahi wa innailaihi rojiun.

Pejabat yang dimaksud adalah pejabat yang berwenang soal penanganan stunting di Madina.

Di tengah aksi unjuk rasa mereka, sekretaris daerah (Sekda) mewakili bupati dan wakil bupati menemui pengunjukrasa. Namun, massa pengunjukrasa tidak menerima penjelasan yang disampaikan oleh Sekda. Mereka menginginkan bupati atau wakil bupati lah yang menjelaskan langsung kepada mahasiswa soal aspirasi masyarakat terkait penanganan stunting.

“Kami tidak mau tahu soal perjalanan dinas, kami akan menunggu di sini bupati atau wakil bupati menjawab aspirasi kami, ini soal penanganan stunting,” kata koordinator BEM se Madina, Khoirul Amri Rambe

Amri mengajak bupati atau wakil bupati Madina tidak takut berdebat dengan mahasiswa. Karena kedatangan mereka hanya untuk membawa aspirasi masyarakat

“Kami ingin berjumpa ibu wakil atau pak bupati kami. Kami datang tidak ada kepentingan apapun melainkan hanya kepentingan masyarakat. Ibu wakil bupati selaku ketua tim penanganan stunting, kami cuma minta penjelasan beliau,” ujarnya.

Hingga pukul 10.35 WIB, pejabat yang sudah menemui massa aksi masih setingkat Sekda. Mahasiswa menyebut kalau tak ada bupati atau wakil bupati, mereka akan masuk ke kantor bupati. (MN-08)