MohgaNews|Madina – Dalam rangka rehabilitasi dan penanggulangan paska bencana dan antisipasi bencana alam di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dinas Kelautan dan Perikanan beserta Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Kabupaten Madina melakukan kunjungan ke BNPB Pusat di Jakarta guna menyampaikan program penanggulangan bencana dan pasca bencana yang terjadi di Kabupaten Madina beberapa waktu yg lalu.
Sekretaris BPBD Kabupaten Madina, Haris Nasution kepada MohgaNews, Sabtu (13/7)mengungkapkan, banyak hal yang dibicarakan dengan BNPB terkait program yang sudah dijalankan dan yang diusulkan,
“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan upaya untuk merehabilitasi infrastruktur yang rusak serta masalah sosial yang ditimbulkannya. Namun, kita memilki keterbatasan sehingga Pemkab Madina harus berkoordinasi dengan BNPB Pusat meminta dukungan lebih maksimal lagi sehingga rakyat korban bencana di daerah kita dapat segera dipulihkan” ujar Haris Nasution..
Menurutnya, ada beberapa program yang akan diberi bantuan oleh BNPB, yaitu pemberian peralatan antisipasi bencana, Rumah Sakit Bergerak, dan Ambulan. Kemudian, pembangunan fasilitas mitigasi bencana antara lain pembangunan gedung evakuasi tsunami yang dapat digunakan juga sebagai keperluan pasar rakyat dan rekreasi pantai.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Bahrain Lubis menjelaskan hasil pertemuan dengan BNPB sangat membantu menyelesaikan persoalan sosial yang muncul sehubungan dengan bencana daerah.
“Dibidang perikanan dan kelautan ada beberapa program yang akan dikolaborasi dengan BPBD Madina antara lain Bangunan Pemecah Ombak, Pengolahan ikan di fasilitas bangunan untuk mengantisipasi Tsunami, dan program budidaya ikan utk keluarga korban bencana ” ujar Bahrain Lubis.
Ia menerangkan, hampir diseluruh lokasi pasca bencana diharapkan dapat dijadikan sebagai lokasi pengembangan budidaya ikan sbagai usaha alternatif menutupi kebutuhan hidup masyarakat akibat kerusakan tanah pertanian dan perkebunan dampak dari bencana.
“Kita akan bangun sentra budidaya ikan untuk mendukung perekonomian masyarakat, sambil menunggu upaya rehabilitasi tanah pertanian yang rusak akibat bencana, bahkan program budidaya perikanan ini akan menyelesaikan persoalan anak-anak putus sekolah yang mengalami kesulitan pembiayaan akibat bencana,” terangnya.
Selain mengenai penanganan paska bencana, tim Pemkab Madina ini juga membicarakan mengenai bidang sosial, termasuk memperkuat program PKH dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya.
Terpisah, Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution menyebut seluruh upaya yang sedang dirintis Pemkab Madina ini membutuhkan sinkronisasi dan kolaborasi seluruh pihak sehingga program-program percepatan pembangunan ekonomi di Kabupaten Madina dapat segera berjalan dan masyarakat Madina segera menikmati hasilnya.
“Saya berharap Bapak Kepala BNPB Pusat dapat turun langsung ke Madina untuk melihat kondisi di lapangan sehingga beliau dapat memahami kesulitan masyarakat dan Pemda Madina dalam menanggulangi dan mengantisipasi kebutuhan masyarakat korban bencana alam di Madina,” kata Dahlan Nasution.
Dapat diketahui, Pemkab Madina saat ini sedang gencar melaksanakan program prioritas dalam rangka Percepatan Pembangunan Ekonomi di Madina untuk meningkatkan Pendapatan masyarakat dengan program-program unggulan baik Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk industrialisasi Raw Material yang melimpah di Kabupaten Madina, dan menciptakan iklim investasi yang mudah dan murah untuk peningkatan produktifitas terutama Kopi Mandailing, Serei Wangi, Karet alam, Minyak Sawit, Aren, dan Komoditas Lainnya.
Untuk mendukung program strategis ini, Pembangunan Bandara sedang berjalan, Pembangunan Rumah Sakit Rujukan Daerah di sekitarnya, pembangunan Jalan-jalan baru sedang digalakkan, meningkatkan mutu Perguruan Tinggi Negeri untuk meningkatkan SDM pelaku-pelaku pembangunan serta memacu pembangunan fasilitas publik lainnya. (MN-01)






