MohgaNews|Madina – aksi blokade jalan yang berujung ricuh di Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyebabkan sejumlah warga luka-luka dan 2 unit mobil terbakar, Senin (28/6)
Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution melalui Kepala Dinas Komunikasi Informatika Drs Sahnan Pasaribu menjelaskan, aksi demo warga Mompang Julu disebabkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) penanganan Covid-19. Warga menuduh kepala desa melakukan penggelapan dana dan meminta supaya kepala desa diberhentikan saat itu juga dari jabatannya

“Permasalahan soal BLT dari dana desa, warga menyebut Kades tidak transparan bahkan menuduh melakukan penggelapan. Dan mereka meminta supaya kades diberhentikan saat itu juga,” kata Sahnan Pasaribu.
Pemerintah Kabupaten Madina kata Sahnan sudah berupaya melakukan mediasi dan menenangkan warga. Tapi mediasi yang dilakukan hingga sore tidak kunjung berhasil.
“Tadi pak Sekda, Asisten, dan Kepala Dinas PMD sudah kesana menemui warga, kita sudah melakukam mediasi, tapi warga tetap meminta supaya kades diberhentikan saat itu juga,
“Tidak mungkin juga kita memberhentikan kepala desa saat itu tanpa ada proses, itu sudah kita jelaskan sama mereka. Harus ada proses dulu, apa yang dituduhkan masyarakat harus kita teliti dan diproses, bukan seperti yang mereka inginkan. Kalau kita lakukan begitu kita nanti yang melanggar aturan,” sebutnya.
Atas peristiwa kericuhan dan menyebabkan dua unit mobil terbakar serta beberapa orang luka-luka, Sahnan menyayangkan aksi yang dilakukan warga Mompang Julu tersebut.
“Tentu saja kita menyayangkan apa yang mereka lakukan. Seharusnya warga sabar dan menunggu proses, kalau memang kades salah sesuai aturan, kita juga akan proses pemberhentiannya,” ungkapnya.
Aksi blokade jalan lintas sumatera yang dilakukan warga Mompang Julu dimulai sekitar pukul 10.00 Wib, mereka meminta Pemerintah agar kepala desa diberhentikan karena menurut warga kades melakukan penggelapan dana BLT dan tidak transparan dalam pengelolaan dana desa.
Aksi blokade berujung ricuh. Warga melempari aparat polisi dengan batu sehingga personel polisi menembakkan gas air mata. Lalu warga yang sudah tersulut emosi menggulingkan 2 unit mobil dan salah satunya adalah mobil dinas Wakapolres Madina. (MN-01)












