15 Jam Warga Blokade Jalan, Kades Mompang Julu Mengundurkan Diri

MohgaNews|Madina – Kepala desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara Mandailing Natal (Madina) Hendri Hasibuan akhirnya memilih mengundurkan diri dari jabatannya setelah 15 jam warga melakukan blokade jalan.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Madina Drs Sahnan Pasaribu yang dihubungi MohgaNews, Senin malam (29/6) sekitar pukul 23.30 Wib membenarkan Kepala Desa Hendri Hasibuan mengajukan surat pengunduran diri.

“Pak Kades tadi sudah membuat surat pengunduran diri sesuai keinginan warganya. Tentunya surat tersebut akan diproses sesuai aturan,” kata Sahnan.

Ia menyebut dengan sikap yang diambil kepala desa itu, Sahnan berharap masyarakat bisa menerima dan bersedia membuka blokade jalan lintas sumatera yang ditutup aksesnya mulai Senin pagi sekitar pukul 10.00 Wib

Surat pengunduran diri kepala desa tersebut dibacakan oleh Camat Panyabungan Utara Maksud Ridho Fahlevi didampingi Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi dan Komandan Koramil Panyabungan Kapten Inf AK Harahap di halaman masjid raya Desa Mompang Julu.

Aksi blokade jalan yang dilakukan warga Mompang Julu disebabkan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa untuk penanganan Covid-19. Warga menuduh kepala desa tidak transparan dan diduga melakukan penggelapan dana tersebut. Warga meminta kepala desa agar diberhentikan dari jabatannya.

Aksi blokade memuncak pada Senin sore. Keinginan warga agar kades diberhentikan belum disanggupi pemerintah kabupaten Madina, sehingga warga tersulut emosi. Mereka melempari personel kepolisian dengan batu hingga beberapa orang mengalami luka-luka.

Tak puas itu saja, warga juga menggulingkan 2 unit mobil lalu membakarnya. Salah satu mobil tersebut adalah mobil dinas Wakapolres Madina, dan satu lagi dikabarkan milik salah satu anggota TNI dengan plat polisi BK 75 AD.

Hingga Selasa dini hari sekitar pukul 1.30 Wib, warga belum membubarkan diri (MN-01)