MohgaNews|Madina – aksi demo blokade jalan yang dilakukan warga Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Mandailing Natal (Madina) berujung ricuh. Dua unit mobil dibakar warga, dan beberapa unit sepeda motor juga turut dibakar, Senin (29/6)
Aksi blokade jalan dimulai warga sekitar pukul 10.00 Wib, namun proses mediasi tak berhasil hingga sore. Tuntutan warga agar Kepala desa diberhentikan belum juga disanggupi pemerintah. Sehingga warga tersulut emosi lalu terjadi aksi penyerangan warga kepada kepolisian yang melakukan pengamanan dalam aksi tersebut.
Warga menuding oknum kepala desa melakukan penggelapan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa untuk penanganan dampak Covid-19.
Awalnya warga melempar batu ke arah personel kepolisian, akibatnya ada beberapa warga yang terkena lemparan mengalami luka-luka.
Emosi warga terus memuncak, lalu menggulingkan 2 unit mobil yang parkir. 2 mobil tersebut lalu dibakar, salah satu mobil dikabarkan milik Wakil Kapolres Madina Komisaris Polisi E Zalukhu. Dan 1 unit lagi dikabarkan milik salah satu aparat TNI yang ikut bertugas pada aksi tersebut.
Selain 2 unit mobil itu, ada juga 2 unit sepeda motor yang turut terbakar. Sepeda motor merek Yamaha Vixion dan Yamaha Mio.
Pantauan MohgaNews, warga mulai membubarkan diri sekitar pukul 18.45 Wib, tetapi arus lalu lintas belum bisa dibuka untuk kendaraan roda empat. Yang bisa lewat baru kendaraan sepeda motor.
Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi yang dihubungi melalui Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi membenarkan mobil dinas Wakapolres Madina ikut terbakar pada peristiwa tersebut.
“Iya, mobil pak Waka ikut terbakar,” kata Andi. (MN-11)






