MUI Madina: Pernyataan Menag Yaqut Melukai Hati Umat

PANYABUNGAN,- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyesalkan pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas yang membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing yang disebut dalam sebuah wawancara kepada wartawan di Pekanbaru Provinsi Riau beberapa hari lalu.

Ketua MUI Madina, H Muhammad Nazir Nasution LC SPdI mengaku sudah mengetahui informasi tersebut dari sebuah unggahan video wawancara wartawan dengan Yaqut yang beredar di Media Sosial.

Ada 3 sikap yang dikeluarkan MUI Madina dalam permasalahan ini di antaranya mengucapkan prihatin atas ungkapan Menag.

Kedua, siapapun yang mengatakan itu, terlepas dari seorang Menteri ataupun masyarakat jika terucap dari mulutnya, maka MUI Madina mengutuk keras perkataan itu.

Ketiga, apabila perbuatan itu sudah melanggar UU ITE atau undang-undang yang lain, maka MUI Madina mendukung apa saja langkah yang diambil MUI Pusat tentang hal mempidanakan ke jalur hukum.

“Kita tak peduli siapapun orangnya, apapun jabatannya. Yang mengucapkan perbandingan azan dan suara anjing ini kan figur publik dan tokoh. Jadi, kita masih menunggu apa tindakan MUI Pusat,” katanya.

Terkait klarifikasi Menag di beberapa Media Nasional bahwa pernyataannya itu bukan membandingkan, tetapi mencontohkan pentingnya pengaturan kebisingan pengeras suara azan baik di masjid maupun musalla agar harmonisasi antar umat beragama berjalan dengan baik di Indonesia. MUI Madina juga memberikan tanggapan terkait ini.

“Namanya orang kalau sudah salah akan mencari alasan. Jelas-jelas video penyataan yang keluar dari mulutnya sudah membandingkan suara azan dengan suara anjing. Kan jelas dia bilang diibaratkan ada 5 anjing peliharaan di rumah yang berdekatan dan menggonggong secara bersamaan, kenapa harus 5 anjing. Itukan sudah menyamakan dengan jumlah 5 kali sehari semalam azan di masjid,” ungkapnya.

“Namun, untuk memastikan ucapannya itu menyalahi atau tidak, itu sudah menjadi wewenang ahli bahasa. Kita dari MUI tetap mengutuk pernyataannya itu,” tegas Ketua MUI Madina. (MN-08)