Wasekjen Demokrat Sebut Rumahnya Digeruduk 2 Mobil Polda

MohgaNews|Jakarta – rumah wakil sekjen Partai Demokrat, Andi Arief di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku dari cyber. Ini dicuitkan Andi Arief melalui akun Twitternya @AndiArief_, Jumat (4/1).

Rumah saya di lampung digerudug dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik2 kalau saya diperlukan,” kata Wasekjen Demokrat ini melalui akun Twitternya.

“Pak Kapolri, jangan kejam terhadap rakyat. Salah saya apa. Kenapa saya hendak diperlakukan sebagai teroris. Saya akan hadir jika dipanggil dan duperlukan,” cuit Andi Arief lagi melalui akunnya.

“Ini bukan negara komunis. Penggerudukan rumah saya di lampung seperti negara komunis. Mohon hentikan Bapak Presiden,” jelasnya lagi dalam rangkaian cuitannya pada Jumat (4/1) siang.

Sebelumnya, Kadiv Advokasi Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean, Kamis (3/1) menanggapi soal cuitan Andi Arief terkait hoaks 7 juta surat suara di Tanjung Priok tersebut.

“Saya pikir yang berniat melaporkan Andi Arief ke kepolisian itu harus memikirkan ulang langkahnya. Kenapa? Karena Andi Arief telah menyelamatkan wajah KPU, wajah presiden Jokowi dan wajah TKN Jokowi-Ma’ruf dari fitnah dan tuduhan praduga kecurangan,” ujarnya.

Ferdinand menegaskan bahwa tidak ada yang salah dari kicauan Andi.
Dia, sambung Ferdinand, meminta agar pihak berwenang segera mengonfirmasi kabar yang beredar di media sosial mengenai pengiriman 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Jadi poin utamanya adalah niat baik Andi Arief untuk mengklarifikasi dan meminta keterangan dari siapapun dan meminta supaya dilakukan pengecekan agar tidak menjadi fitnah,” tegasnya.

“Dan betul ternyata, info yang beredar itu menjadi fitnah karena KPU menyatakan itu hoax dan tidak ada barangnya,” imbuhnya.

Untuk itu, lanjut Ferdinand, sepatutnya KPU, Jokowi dan para pendukungnya mesti berterima kasih atas sikap Andi Arief yang meminta pihak-pihak terkait untuk mengklarifikasi kabar tersebut. (MN-red/Int)