PANYABUNGAN, – Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP Horas Tua Silalahi melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal, AKP Azuar Anas menyebut 3 orang pejabat di Dinas Kesehatan sudah dilakukan pemeriksaan terkait penginputan data Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Ketiga tersebut yakni SY (Laki-laki), HM (Perempuan) dan MS (Perempuan). Mereka bertugas di bidang penginputan data perkembangan Covid-19 di Madina.
Awalnya, kasus tersebut merujuk pada kenaikan status Covid-19 di Madina dari PPKM level 2 melonjak ke level 4 yang diumum langsung oleh Kementerian Dalam Negeri nomor 40 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Perbatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di wilayah Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua.
3 Kabupaten/Kota di Sumut masuk PPKM level 4 diantaranya Kota Medan, Sibolga dan Kabupaten Madina.
Kepada MohgaNews Azuar mengatakan, pemeriksaan akan kembali mereka lakukan kepada 2 orang penginput dana Covid-19 yang direncanakan sore ini
“sore ini ada 2 orang lagi, kita akan terus koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) covid-19 Sumatera Utara dan Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut terkait masalah ini, dan kemungkinan juga kita akan koordinasi dengan Satgas covid-19 Pusat,” kata AKP Azuar, Rabu (8/9/2021).

Diterangkan, kasus tersebut belum bisa dipastikan apakah penginputan data yang salah atau kelalaian mereka (Petugas Input).
“Jika terbukti ini adalah permainan petugas input data, kita akan tingkatkan ke Penyidikan (Sidik), kalau ada pidananya akan kita proses secara pidana. Kalau mereka nanti terbukti membuat data palsu, pasti mereka akan kita proses secara hukum,” ungkap Kasat.
Azuar juga menyebut Personel Reskrim Polres Madina sudah berangkat ke Medan untuk pendalaman terkait Aplikasi data Covid-19.
“Anggota saya sudah berangkat ke Medan untuk pendalaman mengenai aplikasi. Ini kan biar terbukti harus mencari ahli aplikasi tersebut, apakah di Jakarta atau di Provinsi Sumut,” ujarnya.
Sementara petugas penginput data covid-19 berinisial MS mengaku sudah diperiksa penyidik Reskrim Polres Madina.
“Tiga orang Polisi datang kerumah saya dan meminta pemeriksaan di rumah saja. Saya sudah diperiksa dan mereka menyita notebook milik saya. Memang di dalam notebook itu ada juga data keseluruhan covid-19 di Madina,” terangnya.
Dapat diketahui, perkembangan data Covid-19 di Madina tanggal 7 September 2021 dari Satgas Kabupaten merincikan 13 orang terkonfirmasi positif aktif, meninggal dari konfirmasi positif 43 orang, sembuh dari konfirmasi positif 486 orang, konfirmasi positif komulatif 542 orang dengan jumlah keseluruhan spesimen 1.656 orang.
Sementara data yang diterima oleh Satgas covid-19 Pusat berbeda. Kasus meninggal dunia berubah menjadi 93 orang. (MN-08)






