Tambangan| bencana alam kembali terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kali ini beberapa desa di Kecamatan Tambangan dilanda angin kencang puting beliung, Selasa (2/3/2021) sekitar pukul 16.00 Wib
Sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga di 3 desa di kecamatan tersebut, tempat tinggal warga porak poranda. Ketiga Desa tersebut yakni Desa Laru Dolok, Angin Barat Baru, dan Desa Laru Pasar.
Di desa Laru Pasar, terdapat dua unit rumah rusak parah akibat robohnya batang pohon dengan tinggi mencapai 15 meter menghantam bagian samping dapur rumah beton milik Sakirin (35) bersama istrinya Yusrita.
Ketika diwawancarai, Sakirin mengatakan ia berhasil selamat padahal saat itu ia sedang berada di dalam rumah hendak membenahi atap rumahnya yang bocor karena hujan deras, sedangkan istrinya tengah berada di luar rumah.
“Alhamdulillah selamat pak, tidak ada korban. Padahal saat itu saya sedang berada di dalam rumah membenahi atap yang bocor. Pertamanya dengar pohon durian yang tepat di belakang rumah mau ambruk, tapi kemudian justru pohon besar yang agak jauh itu yang roboh. Kebetulan saat itu istri sedang berada di teras rumah tetangga,” ungkap Sakirin.
Tak jauh dari rumah Sakirin, terdapat satu unit rumah warga yang turut menjadi sasaran angin puting beliung. Rumah tersebut ditinggali seorang nenek bernama Basanah.
Pantauan MohgaNews, atap rumah pada bagian dapur telah ludes tak ada satu atap seng pun tersisa. Hal itu diduga disebabkan terpaan angin yang begitu kencang. Pada saat di lokasi, Basanah belum berhasil ditemui oleh awak media.
Kepala Desa Laru Pasar, Henri Lubis yang ditemui di lokasi tampak sedang ikut melakukan gotong royong dan turut dibantu masyarakat dan Babinsa setempat membersihkan pekarangan dan sisa-sisa batang pohon.
Henri menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dan untuk korban akan diungsikan untuk sementara waktu ke rumah keluarga masing-masing sembari menunggu rumah dan pekarangan dibersihkan dan diperbaiki secara gotong royong.
“tidak ada korban jiwa, korban untuk sementara waktu akan tinggal bersama keluarga masing-masing. Dan kita akan melakukan gotong royong dan memperbaiki rumah yang rusak sebisa mungkin. Kita juga akan membersihkan pekarangan rumah-rumah warga untuk tindakan pencegahan,” ujar Henri.
Ditempat terpisah, angin puting beliung juga menghantam 8 rumah warga di Desa Laru Dolok. Tak hanya itu, bahkan akses jalan menuju desa tersebut juga sempat terputus selama 1 jam disebabkan tumbangnya pohon hingga menutupi badan jalan. Hal itu dijelaskan Camat Tambangan, Zainal Siregar yang tengah memantau kondisi di lokasi.
“Di Desa Laru Dolok tadi akses jalan sempat terputus sekitar 1 jam karena ada pohon tumbang ke jalan. Arus listrik pun juga mati. Ada 8 rumah warga yang mengalami kerusakan. Sebagian masyarakat diungsikan ke rumah tetangga dan keluarganya, sebagian lagi tidak diungsikan karena hanya mendapatkan kerusakan ringan,”
“Satu unit rumah juga tertimpa tiang PLN di Desa Angin Barat Baru. Dari laporan yang kita terima, rusaknya tidak begitu parah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa sejauh ini,” terang Zainal.
“Kita sudah laporkan hal ini ke Dinas Sosial, Polsek Kota Nopan dan juga Koramil. Evakuasi dan gotong royong juga turut dibantu oleh aparat. Saya juga telah memanggil seluruh Kepala Desa untuk memusyawarahkan masalah ini,” pungkas Zainal mengakhiri. (MN-07)






