MohgaNewsIMadina- Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dampak Covid-19 tahap pertama hingga tahap ketiga di Desa Ranto Panjang Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal (Madina) selesai disalurkan.
Bantuan tersebut bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2020. Sebanyak 104 keluarga di desa tersebut penerima BLT tahap pertama sampai tahap ketiga.
Pembagian BLT ini berlangsung di gedung madrasah sekitar Desa Ranto Panjang dan disaksikan Sekretaris Camat Ranto Baek Asnuri beserta unsur Muspika Kecamatan Ranto Baek.
Plt Kepala Desa Ranto Panjang Rudi Saputra kepada MohgaNews, Senin (27/7) mengatakan, jumlah penerima BLT mulai dari tahap pertama hingga tahap ketiga tetap adalah 104 keluarga dari 427 keluarga di desa itu.
“Penerima BLT kita ada 104 keluarga dan jumlah keluarga di sini 427. Penyalurannya berjalan aman dan tertib,” kata Kades.
Ia menjelaskan soal penerima bantuan tersebut di luar penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan(PKH) dan Program beras untuk keluarga sejahtera (Rastra).
“Kita dari pihak aparat desa sudah menyeleksi keadaan ekonomi masyarakat, penerima bantuan tersebut di luar penerima BST, PKH dan Rastra,” jelasnya
Rudi berharap kepada masyarakat yang mendapat agar menggunakan bantuan tersebut kepada hal yang bermanfaat dan bagi yang tidak masuk penerima BLT Rudi berharap agar bersabar.
“Bagi yang tidak masuk penerima BLT kami harap bersabar, penerima BLT ini di luar penerima BST, PKH , dan Rastra. Dan bagi penerima BLT saya minta agar dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok rumah tangga,
“Pandemi ini yang terdampak adalah kita semua, namun kita tidak bisa membagi rata, yang kita masukkan adalah warga yang sangat rendah prekonomiannya” harapnya
Sementara Tiolan Matondang (65) salah satu penerima BLT berterima kasih kepada pemerintah khususnya kepada kepala desa.
bantuan tersebut bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga.
“Dengan adanya bantuan ini, biaya untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga semakin terbantu, saya mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih kepada perintah khususnya kepada kepala desa,” ucapnya. (MN-11)






