MADINA – intensitas curah hujan yang masih berlangsung menyebabkan penambahan titik banjir dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), salah satunya di Desa Simpang Duhu Lombang Kecamatan Ulupungkut, Kamis (27/11/2025)
Informasi dihimpun dari masyarakat bernama Rahmad (35). Ia menjelaskan akibat hujan deras yang tiada henti menyebabkan debit air sungai Aek Siabut dan Aek Simpang Duhu meluap.
“Debit air sungai meningkat dan ada juga material kayu besar yang tersangkut sehingga air sungai meluap dan menggenangi pemukiman, sejumlah rumah terendam banjir,” ungkap Rahmad.
Ia menyebut hingga saat ini belum ada laporan korban luka, karena pada saat air menggenangi pemukiman, warga bergegas menyelamatkan diri dengan mengungsi ke gedung SD di desa itu.
“Sampai sekarang belum ada laporan korban, tapi masyarakat saat ini diungsikan ke gedung sekolah, warga menginap di situ,” katanya.
Selain menggenangi pemukiman dan rumah warga, luapan air sungai juga terdampak pada areal sawah masyarakat yang dapat dipastikan akan mengalami kerusakan tanaman padi. Kemudian akses jalan menuju Desa Simpang Pining juga putus total. Kerusakan lain juga terjadi pada tanggul sungai yang rusak dan pondasi MCK umum nyaris rubuh karena terjadi pergeseran kultur tanah.
Di sisi lain, sambung Rahmad, informasi dari sejumlah warga menyebutkan bahwa terjadi penumpukan material longsor di sekitar Desa Pagar Gunung Kotanopan yang merupakan hulu dari sungai Aek siabut. Situasi ini menambah keresahan bagi masyarakat di Desa Simpang Duhu, Ulupungkut
“Sedangkan cuaca sekarang juga masih hujan, kami belum tahu ke depannya, kami khawatir bertambah parah, warga saat ini dalam kondisi was-was” pungkasnya.
Oleh karena itu, Rahmad dan warga lainnya berharap perhatian dari pemerintah untuk segera menurunkan bantuan baik untuk menangani kondisi banjir dan longsor, juga bantuan kebutuhan bahan makanan. (MRL)






