RSUD Panyabungan Masuk Lokus Penerima Alkes Cath Lab dari Kemenkes, Wajib Penuhi Syarat Ini

MADINA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masuk daftar penerima atau lokus alat kesehatan jenis Cath Lab dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dari 50 kabupaten/kota rumah sakit daerah di Indonesia tahun 2025.

Cath Lab (atau kateterisasi jantung dan angiografi) adalah suatu prosedur medis yang digunakan untuk mendiagnosis dan menangani penyakit jantung dengan invasi minimal. Untuk mendapatkan alat kesehatan ini, RSUD Panyabungan harus penuhi standar pelayanan kesehatan, baik itu dari sarana maupun prasarana.

Hosen Pasaribu, perwakilan dari Direktorat Fasilitas Layanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI saat melakukan monitoring dan evaluasi di RSUD Panyabungan menyampaikan, tahun 2025 RSUD Panyabungan bisa dapat Cath Lab jika pihak rumah sakit sudah siapkan hasil assessment pada program SPA Sihren (Strengthening of Indonesian Healthcare Referral Network).

“Apa sih komitmen pemenuhannya (persyaratan untuk dapat Cath Lab)? Ibu wakil bupati, pak direktur, sarana dan prasarana harus benar-benar disiapkan oleh pihak rumah sakit,” kata Hosen.

Hosen juga merinci secara detail kategori komitmen pemenuhan SPA Sihren bagi pihak rumah sakit daerah. Antara lain, memenuhi kategori sarana dan prasarana, sarana prasarana penunjang, alkes penunjang, update Aspak, proses perizinan, kerjasama BPJS, operasional dan BMHP, serta pemeliharaan alkes.

Hosen, mengaku berasal dari Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah ini menyebut kabar baik bagi 50 daerah yang masuk lokus penerima alat kesehatan jenis Cath Lab. Sebab, harga dari alat kesehatan Cath Lab tidak murah, mendekati Rp15 miliar.

“Madina masuk daftar lokus penerima Cath Lab di tahun 2025. Jadi jangan lewatkan kesempatan ini. Siapa yang masuk lokus ini, adalah rezeki,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Hosen, kunjungannya beserta tim dari Kemenkes ke RSUD Panyabungan bertujuan untuk menyadarkan semua pihak termasuk petugas yang berada di rumah sakit bahwa pentingnya kesehatan. Maka dari itu, ia ingin pelayanan yang prima di rumah sakit harus benar-benar diterapkan.

“Hospitality itu artinya pelayanan yang sangat dibutuhkan. Jadi petugas rumah sakit itu harus rendah hati. Ingat kalau pasien gini (mimik wajah marah), jangan marah. Hatinya harus lebih rendah yang melayani daripada yang dilayani,” pesan dia.

Hadir dalam monitoring dan evaluasi SPA Sihren di RSUD Panyabungan, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi, Asisten II Meinul Lubis, Kepala Dinas Kesehatan dr. Mhd Faisal Situmorang, Direktur RSUD Panyabungan dr. Rusli Pulungan, dan pejabat lainnya.

Setelah melakukan monitoring dan evaluasi di seluruh ruangan pasien dan ruangan alat kesehatan di RSUD Panyabungan, tim langsung bergerak ke gedung baru RSUD Panyabungan di Panatapan untuk kembali melakukan monitoring dan evaluasi. (FAN)