MADINA – para alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina) mengapresiasi proses transformasi STAIN Madina menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).
“Terima kasih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, STAIN Madina salah satu yang sedang proses naik status menjadi IAIN,” sebut Fitri, salah seorang alumni STAIN Madina kepada Mohganews, Jumat (7/2/2025)
Terpisah, Muhammad Ridwan Lubis yang juga alumni perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Madina ini mengaku bangga atas kinerja Ketua STAIN Madina beserta civitas akademik yang mampu membawa STAIN Madina lebih maju dan meraih banyak prestasi.
Ridwan Lubis mengatakan, banyak perubahan yang signifikan di STAIN Madina semenjak beralih status menjadi negeri.
“Kami dahulu kuliahnya saja menumpang di gedung SD Negeri Sipolupolu, lalu pindah ke gedung yang sekarang tetapi dengan fasilitas yang sangat jauh dari cukup. Setiap penerimaan mahasiswa baru wacana alih status dari BLU-STAI Madina menjadi STAIN selalu disampaikan, Alhamdulillah tahun 2018 lalu baru terwujud,
“Sekarang STAIN Madina memiliki gedung megah, fasilitas yang sangat cukup dan dosen yang kompetensi dan kompetitif sehingga membawa mahasiswa mampu berkompetisi dengan perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia,
“Terima kasih kepada Prof Dr Sumper Mulia Harahap bersama seluruh dosen dan civitas akademik, bekat kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak STAIN Madina tidak lama lagi akan beralih menjadi IAIN. Tentu ini tidak terlepas dari doa dan dukungan semua lapisan masyarakat. Karenanya mari kita dukung STAIN Madina lebih hebat lagi. Kepada semua siswa SLTA sederajat kiranya tak perlu lagi jauh-jauh kuliah ke luar daerah, karena STAIN Madina mampu mencetak sarjana yang berkualitas,” kata Ridwan, yang saat ini menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Madina juga pemimpin redaksi media siber Mohganews.
Dapat diketahui, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan pihaknya akan memfasilitasi empat kampus STAIN akan naik tingkat dan bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).
“Kita akan fasilitasi dan mengakselerasi proses teknis transformasi dan perubahan dari Sekolah Tinggi menjadi Institut. Saat ini, ada empat STAIN yang akan menjadi IAIN,” tutur Kamaruddin dikutip dari rilis di laman Kemenag, Kamis (6/2/2025).
Ia berharap proses ini dapat segera selesai. Sehingga ia mengimbau kepada Ketua STAIN untuk melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan sesuai aturan berlaku.
“Kami juga berharap kepada keempat STAIN ini bisa melengkapi syarat yang dibutuhkan untuk menjadi IAIN sesuai PMA 81 Tahun 2022,” sambung Kamaruddin Amin.
Adapun empat STAIN yang akan bertransformasi jadi IAIN yakni:
- STAIN Mandailing Natal, Sumatera Utara: Ketua, Prof Dr Sumper Mulia Harahap MAg
- STAIN Majene, Sulawesi Barat: Ketua, Prof Dr Wasilah Sahabuddin ST MT
- STAIN Abdur Rahman Kepri, Kepulauan Riau: Ketua, Dr Muhammad Faisal MAg
- STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh: Ketua, Dr H Syamsuar MAg.
(FAN)






