MADINA – Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah (HMPS-MD) STAIN Mandailing Natal (Madina) mengadakan seminar sekaligus bedah buku, Jumat (8/3/2024) kemarin
Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua HMPS dan Kaprodi Manjaemen Dakwah STAIN Madina ini menjadi kegiatan perdana dalam menyambut bulan Ramadan. Dalam sambtannya Ahmad Alfarizi menyampaikan kegiatan ini merpakan program kajian ilmiah intensif yang akan rutin dilaksanakan.
“Kita sebagai mahasiswa harus berpikir idealis, karena sejatinya mahasiswa itu tidak jauh dari yang namanya diskusi, semakin banyak kita diskusi semakin banyak ilmu yang kita dapatkan,” kata Ketua HMPS-MD Ahmad Alfarizi
Kegiatan ini jga dihadiri oleh Rahmi Wahyni MA selak sekretaris Manajemen Dakwah, dan dosen-dosen Prodi Elismayanti MA dan Yeni MA.
Ketua Prodi Manajemen Dakwah, Dr Datuk Imam Marzuki mengatakan, kajian bedah buku ini harus rutin dilaksanakan oleh mahasiswa.
Jadikan organisasi HMPS ini sebagai “rumah kedua” bagi adik-adik mahasiswa untuk berkumpul berkreatifitas. Karena ini momentum bagi mahasiswa untuk menyumbangkan ide-idenya agar menjadi insan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain,” kata Datuk
Selanjutnya kegiatan seminar ini dengan mengusung tema “Bulan puasa dalam perspektif sains” dengan pemateri Nanang Arianto MA, menyampaikan bahwa bulan Ramadan pembahasan tentang manfaat puasa sangat banyak, selain meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT puasa juga merupakan senjata terkuat melawan segala penyakit, dan ini adalah bukti ilmiah yang permanen.
“Maka perbanyaklah puasa, dan kamu akan mendapatkan perbaikan besar pada penyakit apa pun yang kamu derita. Sesungguhnya obat dari sebagian besar penyakit berada di dalam setiap diri kita. Semua dokter pada hari ini meyakini bahwa puasa adalah kebutuhan yang vital bagi setiap manusia, walaupun manusia tersebut terlihat sehat tubuhnya,” ujar Nanag
Setelah seminar dilaksanakan juga bedah buku dengan judul Jurnalis Nubuwat Media Sebagai Alat Perjuangan. Buku yang ditulis langsung oleh ketua prodi Manajemen Dakwah Dr. Datuk Imam Marzuki MA.
Dijelaskan bahwa media kehadirannya sebagai pembawa pesan atau informasi. Sama juga dengan tugas seorang Nabi, ia membawa pesan langsung dari Allah Swt kepada hamba dan pengikutnya.
“Allah SWT mengutus seorang Nabi dengan kriteria, siddik, tabligh amanah dan fathanah. Begitu mulianya fungsi seorang jurnalis, ia akan menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dengan berita yang teruji dan berimbang,” kata Datuk. (FAN)





