Jenderal yang Tawarkan Solusi Tambang Rakyat Madina itu Kini Telah Tiada

JAKARTA – Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI (Purn) Doni Monardo meninggal dunia pada Minggu (3/12/2023) pukul 17.35 WIB. Hal itu dikabarkan oleh Tenaga Ahli BNPB 2019-2023 Egy Massadiah lewat pesan singkat.

“Telah meninggal dunia, Letjen Purn DR HC Doni Monardo,” kata Egy, dikutp dari Kompas.com, Minggu. Egy mengungkapkan bahwa Kepala BNPB periode 2019-2021 itu lahir pada 10 Mei 1963.

Ia turut mengucapkan ungkapan dukacita atas berpulangnya Ketua Satgas Covid-19 ini

“Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,” tulis Egy.

Sebelumnya diberitakan, Doni sudah tiga bulan menderita sakit dan dirawat di sebuah rumah sakit. Hal ini terungkap melalui sebuah video adik kandung Doni, Ogi Rulino.

Kami sebagai adik kandung Letjen TNI Purnawirawan Doni Monardo, ingin menyampaikan keadaan Bapak Doni Monardo pada saat ini,” kata Ogi dalam video pada tanggal 22 September 2023 lalu

Tatap Muka dengan Pelaku Tambang Emas Hutabargot

Empat tahun lalu, tepatnya pada tanggal 28 November 2019 yang lalu, Letjen TNI Doni Monardo yang ketika itu menjabat sebagai Kepala BNPB RI berkunjung ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Jenderal bintang tiga ini menawarkan sejumlah program kerakyatan yang bisa mengalihkan masyarakat dari mata pencaharian tambang rakyat yang sudah menyebabkan sejumlah kasus kelainan bayi lahir di Kabupaten Madina

Kunjungan jenderal bintang tiga ini disambut Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution dan jajarannya, kemudian Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji bersama forum koordinasi pimpinan daerah di Kabupaten Madina.

Setibanya di Madina, Letjen TNI Doni Monardo mengunjungi masyarakat di Kecamatan Hutabargot. Ia bersama rombongan mengadakan ramah tamah dengan tokoh masyarakat di Kecamatan yang berada di wilayah Penambangan Emas Tanpa Izin itu. Di situ tokoh masyarakat termasuk pelaku tambang emas tanpa izin berdiskusi dan menyampaikan aspirasi mereka kepada Kepala BNPB, Doni Monardo.

Menanggapi keluhan sejumlah tokoh masyarakat yang hadir itu, Kepala BNPB RI, Doni Monardo menjelaskan, kedatangannya ke Madina adalah atas undangan Bupati, Dahlan Hasan Nasution guna menjelaskan permasalahan ekosistem yang ada di bumi gordang sambilan. Termasuk memberikan upaya kesiap siagaan menghadapi bencana. Apalagi Kabupaten Madina salah satu daerah yang sering terkena bencana banjir dan longsor. Dan, termasuk belakangan ini masalah penambangan emas tanpa izin yang jadi sorotan berbagai pihak. Karena, adanya sejumlah kasus kelainan bayi yang baru lahir.

“Saya ingin melihat langsung dan ketemu dengan masyarakat Madina, dan meninjau sehubungan berbagai kerusakan yang diakibatkan musibah banjir di Madina. Mencermati berbagai kejadian, termasuk musibah kelahiran anak di luar kebiasaan, yang pertama kita lakukan adalah evaluasi. Ada banyak faktor penyebabnya, salah satunya adalah dampak penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri dan sianida yang dipakai penambang,

“Karena itu, kalau kita semua sepakat, kita harus rumuskan program yang tepat untuk mengalihkan tambang rakyat. Bicara soal perut, itu jangan hanya jadi alasan. Masih banyak yang bisa kita kerjakan. Madina ini tanahnya sangat subur, sepanjang jalan saya lihat semua hijau. Tentu program yang tepat adalah usaha perkebunan. Kita harus melihat apa yang dibutuhkan manusia hari ini, dan itulah yang harus kita programkan,” kata Doni.

Ia menyebut, lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha perkebunan seperti kebun alpukat, termasuk Aren. Karena nama Kecamatan ini Hutabargot ternyata artinya adalah Aren.

“di sini saya beritahukan, perusahaan terkaya di dunia adalah VOC yang ada di Belanda. kekayaan perusahaan itu mencapai USD 7,9 triliun. Saya sudah pernah ke gudang industri perusahaan itu. Ternyata, mereka adalah industri hasil bumi, termasuk cengkeh, kemenyan, minyak atsiri, dan hasil bumi lainnya. Kenapa kita tidak mengikuti program itu?

“Saya ingin kita bisa melangkah lebih maju lagi, kita harus bisa berubah. Karena generasi kita ke depan memerlukan lingkungan yang sehat, bukan lingkungan yang rusak seperti yang terjadi di daerah kita ini,” ungkapnya ketika itu.

Selamat jalan jenderal, semoga Tuhan yang Maha Kuasa menempatkanmu pada tempat terbaik di sisi-Nya. (Redaksi Mohganews)