MADINA, Mohga – kabut asap kiriman dari tiga Provinsi di Pulau Sumatera yakni Riau, Jambi dan Sumatera Selatan yang mengakibatkan pegunungan Madina hampir tertutupi beberapa pekan ini, kini sudah mulai menurun.
Informasi disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Mukhsin Nasution.
“Kita tak ada alat pendeteksi sejauh mana kabut asap menyelimuti pegunungan Madina. Informasi terakhir dari BPBD Provinsi Sumatera Utara sudah jauh turun dari pekan lalu,” kata Mukhsin kepada Mohganews, Minggu (15/10/2023).
ia juga menyebut, kabut asap tersebut tidak berpengaruh pada kesehatan warga Kabupaten Madina. Kabut asap masih bisa ditoleransi.
Diberitakan pada Senin (9/10/2023), Mukhsin berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut kepada masyarakat soal perkembangan kabut asap di Kabupaten Madina.
Saat itu, Eks Plt Kepala Dinas PMD Madina ini mengimbau masyarakat agar jangan membuka lahan perkebunan dengan cara membakar.
Apalagi, Madina sendiri memiliki sejumlah daerah rawan dengan kebakaran lahan dan hutan yakni di wilayah Pantai Barat Madina, seperti Kecamatan Muara Batang Gadis, Batahan, Sinunukan dan Kecamatan Natal.
“Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan ini, Pusdalop penanggulangan bencana BPBD Madina senantiasa melakukan koordinasi dengan seluruh kecamatan terkait perkembangan yang ada didaerah dalam musim kemarau ini,” ungkap dia.
“Masyarakat juga diimbau untuk tidak sembarangan membuang puntung rokok diareal hutan/lahan khususnya lahan gambut kering yang mudah terbakar,” jelasnya. (MN-08)






