MADINA, Mohga – seorang santri pondok pesantren Mustafawiyah Desa Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dikabarkan hanyut di sungai Aek Singolot, Senin (23/1/2023).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Muksin Nasution membenarkan kabar hanyutnya santri Mustafawiyah tersebut. Muksin mengaku belum mengetahui identitas santri itu dikarenakan masih baru saja terjadi.
“Iya benar (seorang santri yang hanyut di sungai aek singolot). Identitas belum saya peroleh karena anggota masih berada di lokasi. Basarnas dan BPBD sudah kita turunkan,” katanya.
Muksin mengatakan, peristiwa ini terjadi baru saja selepas salat magrib. Ia menyebut debit sungai Aek Singolot saat ini sedang naik akibat curah hujan yang cukup panjang.
“Debit air di sana cukup besar. Ini saya masih menunggu informasi dari kepala bidang BPBD yang turun ke lokasi,” ujarnya.
Hujan deras mengguyur Kabupaten Madina semenjak Senin sore sekitar pukul 16.00 Wib, dan hingga pukul 20.24 Wib hujan belum berhenti. (MN-08)






