Mobiler Yang Rusak di SDN Bintuas Segera Diganti Dengan Yang Baru

MohgaNews|Madina – mobiler penunjang proses belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri 369 Desa Bintuas Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi. Dampaknya, proses belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu.

Kondisi ini langsung mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Madina. Dan, dalam waktu dekat mobiler yang rusak akan langsung diganti dengan yang baru.

Kerusakan mobiler berupa meja dan kursi yang menyebabkan proses belajar mengajar di SDN 369 tersebut terganggu itu pertama sekali diketahui dari pengguna internet di media sosial.

“Kita mendapat informasi SDN 369 Desa Bintuas mengalami kendala di hari pertama sekolah (Senin), karena mobiler bangku dan meja mereka rusak. Langsung kita cek keberadaan informasi tersebut, ternyata benar, PBM di sekolah itu terganggu akibat banyak mobiler yang rusak,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Madina, Andriansyah Siregar kepada MohgaNews di ruang kerjanya, Rabu (17/7)

Menurutnya, kerusakan mobiler ini disebabkan digunakan oleh warga setempat melakukan musyawarah.

“Informasinya, ada musyawarah disana, dan mobiler sekolah dipakai, ternyata saat masuk sekolah, meja dan bangku sudah rusak. Tetapi, kita dapat pastikan, dalam beberapa hari ini mobiler yang baru akan dikirim kesana supaya proses belajar mengajar tidak terkendala,” sebutnya.

Andri memastikan, jumlah bantuan mobiler yang akan dikirim ke sekolah tersebut sebanyak 80 set (meja dan kursi) yang akan digunakan untuk dua rombongan belajar (kelas).

“80 set yang akan dikirim, untuk dua kelas,” katanya.

ia menambahkan, saat ini masih ada beberapa sekolah lagi yang memerlukan bantuan mobiler dikarenakan sudah banyak yang rusak. Dan, Dinas Pendidikan akan segera menurunkan bantuan untuk melengkapi mobiler yang tidak bisa digunakan lagi.

Di sisi lain, Ardiyansah Siregar menyebut, peran Kordinator Wilayah dinas pendidikan di tingkat kecamatan perlu lebih aktif berkordinasi dengan pihak sekolah, guna mengetahui apa saja kendala di lapangan.

“Kita sudah meminta agar Korwil (UPT dinas di kecamatan) lebih aktif lagi kordinasi dengan kepala sekolah, supaya kita lebih mengetahui apa saja kendala di bawah. Kemudian, operator di setiap sekolah juga harus lebih pro aktif. Operator sekolah bukan hanya meng-update SDM saja, mereka juga harus aktif menyampaikan laporan kondisi fisik sekolah,” tambahnya. (MN-01)