1,3 KM Jalan Padangsilojongan-Ranto Panjang dibangun dari anggaran DBH sawit

MADINA – Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Elpi Yanti Harahap menyebut pembangunan jalan aspal hotmix ruas Desa Padang Silojongan-Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Baek panjang 1,3 Kilometer menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit sebesar 4,5 Miliar Tahun 2024.

Hal itu disampaikan Elpi Yanti saat meninjau progres pengaspalan jalan menghubungkan lima desa di Ranto Baek tersebut, Rabu (7/8/2024).

“Anggaran pembangunan jalan ini menggunakan DBH sawit Pemkab Madina pada tahun 2024 sebesar Rp 4,5 Miliar,” katanya.

Dia menerangkan, pembangunan jalan aspal hotmix di wilayah Pantai Barat berbeda dengan tempat lain di Madina. Alasannya, tekstur tanah dan beban kendaraan yang begitu berat menjadi pembedanya.

“Kalau jalan di Pantai Barat harus dibangun dua lapis. Seperti jalan ini, aspal hotmix dibangun tebal 10 Cm dan base keseluruhan 40 Cm,” jelasnya sembari menyebut pembangunan ruas jalan ini sudah mencapai 50 persen.

“Jalan ini kita targetkan selesai beberapa Minggu lagi, mohon doa dan dukungan dari masyarakat,” ucapannya.

Zulfahmi, warga Desa Padang Silojongan mengaku sebelumnya jalan penghubung lima desa di Ranto Baek itu sulit dilalui kendaraan. Kondisi jalan sangat becek sehingga kendaraan sering rusak.

“Kami bersyukur jalan ini sudah dibangun. Dahulu, kondisi jalan ini sangat parah, anak-anak sekolah sering libur, apabila datang hujan, jalan sulit dilintasi,” ujarnya.

Zulkifli mengatakan ruas jalan Desa Padang Silojongan-Ranto Panjang menghubungkan lima desa yakni, Desa Padang Silojongan, Dua Sepakat, Lubuk Kancah, Gonting dan Ranto Panjang. (FAN)