Warga Simangambat Minta ‘Ucok Nakal’ Diberhentikan Dari Kades

0
380

MohgaNews|Madina– Warga Desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta agar kepala desa setempat diberhentikan.

Hal itu diketahui ketika puluhan warga mendatangi kantor Camat Tambangan, Senin (28/10) kemarin.

Camat Tambangan melakukan pertemuan dengan delegasi warga Simangambat itu aula kantor Camat Tambangan.

Namun, pertemuan itu tak menghasilkan apa-apa, sebab warga tetap ngotot pada sikap pemberhentian kepala desa.

Sikap warga Simangambat itu sudah lama dicuatkan, yakni sejak warga melayangkan surat kepada Bupati Madina tertanggal 17 Oktober 2019 lalu.

Surat itu ditembuskan kepada ketua DPRD Madina, Inspektorat Madina, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakt dan Desa.

Tandatangan di surat itu berjumlah atas nama 354 warga Simangambat.

Di surat itu warga mencuatkan 8 poin kelemahan-kelemahan kepala desa sehingga dinilai tak layak lagi memimpin desa itu.

Delapan poin itu antara lain : intesitas kehadiran kepala desa yang dinilai rendah. Kepala desa dinilai kurang peduli terhadap kegiatan sosial.Kepala desa dinilai tak peduli terhadap kepengurusan masjid.

Kepala desa dinilai kurang peduli kepada kalangan pemuda. Juga dinilai tak ada pembinaan ketenteraman desa. Selain itu laporan tahunan anggaran pembangunan desa yang transparan dinilai tidak ada kepada masyarakat.

Kepala Desa Simangambat, Asrin Nasution yang sering disapa ‘Ucok Nakal’ kepada wartawan mengatakan, tak semua tuduhan warga itu mengandung kebenaran.

Bahkan, katanya tandatangan atas nama warga di surat itu dinilai banyak rekayasa. Soal fasilitas lapangan bola untuk pemuda, sudah diusahakannya, tetapi masih terbentur jalan menuju lokasi.

Sedangkan layanan administrasi kepada warga tetap jalan dan lancar.

Camat Tambangan, Yainal Siregar yang dihubungi wartawan membenarkan pertemuan dengan warga Simangambat yang meminta kepala desa mereka diberhentikan.

“Warga mengeluh kades mereka tidak pro aktif dan tidak tanggap persoalan warga. Kita beri waktu dulu sama warga dan kades untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, kesimpulannya masih sebatas disitu. dan kami sudah sampaikan ke pimpinan hasil pertemuan itu,” kata Yainal. (MN-01)