Tumpukan Sampah dan Kasus Stunting di Panyabungan

MADINA, Mohga – Panyabungan, ibukota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejatinya sudah mulai mempercantik diri. Ini ditandai dengan rehabilitasi atau penataan ulang trotoar dan pulau jalan di pusat kota

Ikon Kota Panyabungan dari bagian depan sudah terlihat cantik. Diperelok lagi dengan bacaan Asmaul Husna yang terpasang disepanjang trotoar tersusun rapi.

Namun, pada bagian belakang kota ini terlihat carut marut termasuk penumpukan sampah di sungai. Titik paling mencolok dan mencuri perhatian adalah di depan Masjid Takwa Muhammadiyah Pasar Lama

Akhir Tahun 2022 lalu, bidang pengairan dinas PUPR Madina telah mengalokasikan anggaran ratusan juta rupiah untuk pengorekan sungai tersebut. Namun belum berjalan setahun sungai tersebut sudah mulai padat sampah layaknya tidak pernah dikorek.

Pantauan Mohganews, bendungan Aek Mata ini sudah ditumpuki sampah plastik yang dibuang oleh masyarakat. Air sungai itu juga sudah mengeluarkan bau busuk.

Kesadaran masyarakat yang berada di hulu sungai semakin menjadi-jadi. Pasalnya, Pemda Madina telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan bak sampah untuk setiap desa maupun kelurahan, akan tetapi alokasi anggaran yang dikeluarkan itu dinilai sia-sia apabila masyarakat tidak pernah sadar akan kesalahan.

Beberapa hari lalu, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Madina Elfi Maryanni SKM mengaku angka Stunting di Madina yang paling tinggi berada di Kecamatan Panyabungan.

Elfi menjelaskan Stunting ini terjadi pada seseorang salah satunya disebabkan lingkungan yang tidak sehat, seperti tumpukan sampah yang terjadi saat ini.

Liputan khusus: Irfansyah Nasution