TERANGI MEREKA DENGAN DO’A

PALESTINA sedang gelap, dalam artian perasaan kaget, takut dan mengerikan disebabkan ledakan bom dimana-mana, itulah mungkin yang bisa dirasakan oleh saudara kita saat ini. Mari kita terangi mereka dengan do’a.

Palestina saudara kita, Insya Allah segala masalah terselesaikan dengan baik. Segala penyakit tersembuhkan dengan lekas. Segala susah segera berganti mudah. Segala benci berubah menjadi cinta. Segala hutang terlunaskan segera. Begitulah kekuatan do’a.

Do’a adalah senjatanya orang-orang yang beriman. Dengan do’a dapat mengubah takdir. Do’a menjadikan segala yang mustahil menjadi pasti. Sesombong-sombongnya manusia adalah manusia yang tidak pernah berdo’a. Allah berjanji kepada hamba-Nya yang mau berdo’a.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina” (Q.S Al-mu’min:60).

Tidak sedikit diantara kita ingin ikut secara langsung membantu saudara-saudara kita, bukti sebagai ikut merasakan apa yang dirasakan mereka. Paling tidak marilah angkat tangan kita,marilah tadahkan tangan kita untuk memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan kepada saudara-saudara kita.

Dengan do’a itu bisa dikatakan sebagai bukti kita dalam membangun persaudaraan. Bagaimana cara kita mencintai saudara kita? Di sini dapat kita memahaminya dalam Hadits Arbain karya Imam Nawawi, no. 13.

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mencintai bisa jadi berkaitan dengan urusan diin (agama), bisa jadi berkaitan dengan urusan dunia. Sangat suka jika dirinya mendapatkan kenikmatan dalam hal agama, maka wajib baginya mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya mendapatkan hal itu. Jika kecintaan seperti itu tidak ada, maka imannya berarti dinafikan sebagaimana disebutkan dalam hadits.

Dengan demikian dari firman Allah dan hadits diatas dapat kita pahami bahwa dengan berdo’a berarti kita tidak termasuk orang yang sombong, dan dengan berdo’a dalam urusan agama kepada seakidah itu menandakan bukti cinta kepada saudara kita. Laahaula wa Laa quwwata illa billahil’aliyyil ‘Adzim…

Oleh: Habibuddin Hasibuan
Mahasiswa Pascasarjana Prodi ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syahada

News Feed