Syukuran Hasil Panen Padi Meningkat di Pidoli Lombang, Kadistan Taufik Bangga

MADINA – Ribuan warga Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membuat acara syukuran atas capaian hasil panen padi meningkat yang cukup signifikan di penghujung tahun 2025.

Syukuran berlangsung di tanah lapang pinggiran aek pohon desa setempat, Minggu (26/10/2025). Tiga ekor sapi dipotong untuk acara makan bersama seluruh lapisan masyarakat, baik itu petani maupun non-petani di desa itu.

Kepala Dinas Pertanian Madina Taufik Zulhandra Ritonga meninjau lahan pertanian bersama masyarakat di Kecamatan Hutabargot

Ketua Panitia Ahmad Faisal Lubis mengatakan acara syukuran hari ini dilakukan karena hasil panen padi meningkat dibanding dari musim panen sebelumnya.

“Kegiatan ini (Syukuran) rutin dilaksanakan masyarakat Pidoli Lombang setiap tahun. Biasanya penyelenggara kaum ibu, kali ini kaum bapak,” kata dia.

Ribuan masyarakat Desa Pidoli Lombang makan bersama pada kegiatan syukuran atas capaian hasil panen padi meningkat

Faisal menerangkan, tiga ekor sapi dimasak secara bersama-sama oleh masyarakat. Setiap keluarga cukup membawa nasi, lalu panitia membagikan gulai di lokasi.

“Karana panen meningkat, kita meminta sumbangan kepada setiap rumah masyarakat untuk kegiatan syukuran ini,” ujarnya.

Faisal mengucap syukur atas kekompakan masyarakat Desa Pidoli Lombang. Dia berharap kekompakan itu tetap terjaga dan hasil panen padi petani semakin meningkat supaya perekonomian masyarakat terbantu.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian Madina Taufik Zulhandra Ritonga menyambut baik atas capaian hasil panen padi para petani di Pidoli Lombang. Taufik mengatakan, kunci utama supaya hasil panen meningkat adalah petani kompak sejak menanam.

“Dapat kabar, masyarakat Pidoli Lombang syukuran, kita selaku Pemkab Madina merasa bangga atas capaian hasil panen tersebut,” kata dia.

Taufik menyebut, berdasarkan hasil pantauan petugasnya di lapangan, hasil panen padi yang dihasilkan petani Pidoli Lombang kali ini, yakni 9 hingga 10,5 ton per hektare. Benih padi yang ditanam itu adalah varietas Infari 32.

“Patut kita syukuri, target hasil panen secara nasional per hektare di Desa Pidoli Lombang tercapai,” ujarnya.

Kedepan, Taufik meminta petani di wilayah lainnya di Kabupaten Madina mencontoh kekompakan dari petani Pidoli Lombang. Sebab, Madina terkenal dengan luasnya lahan pertanian di Sumut.

“Semoga swasembada beras di Kabupaten Madina tetap bisa kita jaga,” imbuhnya. (FAN)

News Feed