Sukhairi Ingatkan Toke Minyak Goreng: Jangan Buat Rakyat Tambah Susah

PANYABUNGAN, – Bupati Madina, Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution mengingatkan toke dan pedagang tidak memanfaatkan kelangkaan minyak goreng untuk mengambil keuntungan besar sehingga menambah kesusahan masyarakat

Hal ini ia tegaskan kepada toke dan pedagang sembako di pasar baru dan pasar lama Panyabungan, usai monitoring harga kebutuhan pokok menjelang puasa bulan Ramadan, Rabu (30/3/2022)

“Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah Rp 14 ribu perliter, jangan lagi ini dinaikkan harganya, pedagang dan toke kami imbau patuh, tidak boleh main-main dengan kebutuhan pokok, jangan lagi menambah kesusahan masyarakat mencari keuntungan yang besar,” tegas Sukhairi.

”tentu dalam hal ini kita tidak pungkiri ada beberapa pedagang minyak goreng curah yang kurang sportif, dalam melakukan transaksi jual beli sangatlah sulit kita monitor. Jika penjualan skala besar, Pemda Madina mampu untuk melakukan pengawasan, namun untuk skala kecil saya harap pedagang lebih memperhatikan kondisi masyarakat kita,” tambahnya

Zulham Rangkuti, salah seorang distributor minyak goreng di pasar lama Panyabungan mengaku dua pekan terakhir jatah minyak goreng kosong.

”sudah dua pekan minyak goreng kita kosong. Saya menjual kepada grosir langganan seharga Rp 15.400 perliter, itu sudah termasuk biaya ongkos antar,” ujarnya.

Menurut Zulham, masuknya minyak goreng curah ke Madina masih menunggu bulan April yang didatangkan dari berbagai daerah diantaranya Kota Medan, Padang Sidempuan dan Padang Sumatera Barat.

Sementara, informasi diperoleh dari pengecer minyak goreng curah di pasar baru Panyabungan menjual seharga Rp 17.500 perliter kepada masyarakat. (MN-08)