MohgaNews|Jakarta- sudut putar landasan pacu bandara (Azimut Runway) untuk rencana Bandara Bukit Malintang di Mandailing Natal (Madina) sudah tuntas.
Hal itu diungkap pada Rapat antara Kementerian Perhubungan RI dan Pemkab Madina serta Pemprov Sumut di Jakarta, Selasa (7/1). Dan, rapat tersebut menghasilkan 2 poin penting.
Pertama, penetapan perubahan rotasi azimut runway.
Kedua, finalisasi penyiapan lahan tambahan seluas 47 hektar.
Dari 47 hektar ini, pihak Pemprov Sumut telah menghibahkan lahan 24,87 hektar sesuai surat hibah pada 2018.
Sementara sisanya sekitar 22 hektar akan ditanggungjawabi Pemkab Madina.
Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution, turut ikut dalam rapat anggota DPRD Madina, Sobir Lubis SH. Dan, dari Pemprov Sumut diwakili Kepala Dinas Perhubungan, Haris Lubis.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut pembangunan bandar udara baru di Madina terkait perubahan rotasi azimuth runway dan pembebasan lahan tambahan.
Rapat itu dilakukan dua termin. Termin pertama dipimpin Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana Banguningsih Pramesti.
Termin kedua rapat langsung dipimpin Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.
Rapat termin pertama dibahas lahan tambahan dan solusinya.
Di rapat itu juga dipaparkan bahwa perubahan rotasi azimut runway ini akan berdampak pada perubahan kebutuhan anggaran dana dari sekitar 1,2 triliun rupiah menjadi 600 milyar rupiah.
Untuk tahap awal pembangunan bandara ini yakni konstruksi diperkirakan sekitar 15 milyar dan untuk konsultan sekitar 5 milyar.
Sesudah persyaratan selesai, maka proyek pembangunan bandara ini menjadi sistem multi years sehingga pembangunannya tak mengalami kendala.
Dalam hal ini Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution sangat mengapresiasi Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan jajaran di kementerian soal pembangunan bandara di Madina itu.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana Banguningsih Pramesti berfikiran yang sama dan menilai Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution sangat getol memperjuangkan pembangunan bandara itu sehingga Menteri dan Dirjen menyatakan merasa tertantang mewujudkan bandara itu.
Di dalam rapat itu juga bupati mengugkapkan bahwa bupati telah berhasil melobi Kementerian Lingkungan Hidup dalam hal planologi bagi pengembalian kejayaan Kopi Mandailing untuk Madina seluas lebih kurang 60 ribu hektar.
Di sektor lain juga menyangkut persiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batahan.
Dalam kaitan itu semua, Bupati memiliki pikiran bahwa perlu disegerakan pembangunan bandara di Madina tersebut.
Apresiasi Menteri Perhubungan terhadap ide-ide dan kegetolan bupati Madina itu diungkapkan sudah lama muncul.
Bukti apresiasi itu terlihat pada sikap menteri yang menghadirkan semua jajaran Kementerian Perhubungan di dalam rapat itu, mulai dari Sekretaris Menteri, Dirjen Perhubungan Udara sampai pejabat teknis. (MN-01/rel)






