Sopir: Pantas Rakyat Miskin, Sekelas Pabrik Saja Pakai BBM Subsidi

MADINA, Mohga – sopir angkutan umum pengguna BBM solar subsidi mengeluh sulitnya mendapatkan solar belakangan ini.

Sopir angkot menyesalkan BBM subsidi jenis solar sulit didapatkan beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina)

“Sekelas pabrik saja memakai bbm subsidi, hancurlah negeri ini, pantas rakyat Madina miskin, kami sopir ini sering tidak dapat solar, sangat berdampak sama penghasilan kami,” keluh Muddin, salah seorang sopir angkutan umum tujuan Natal kepada mohganews, Rabu (20/9/2023)

Muddin dan sopir lainnya mendukung langkah polisi untuk menyelidiki penyebab kelangkaan solar. Dan meminta aparat penegak hukum menindak oknum yang melakukan penimbunan BBM bersubdisi

“Kami mendukung penegak hukum menindak oknum yang terlibat menimbun solar. Kalau benar Bbm subsisi masuk ke pabrik seperti yang diisukan itu, kami mohon pak polisi menangkap siapa yang terlibat, baik pemasok maupun orang perusahaan yang bermain,” harapnya

Diketahui, PT Jaya Konstruksi selaku perusahaan yang saat ini mengerjakan pembangunan jalan nasional di Kabupaten Madina diduga menggubakan bbm subsidi atau solar untuk bahan bakar pabrik pembuatan aspal mereka.

Hal ini terungkap dari salah seorang yang pernah bekerja di pabrik PT Jaya Konstruksi beralamat di jalan lintas timur Kelurahan Pidoli Dolok.

Katanya, PT Jakon (Jaya Konstruksi) selain menggunakan bahan material dari quarry tidak berizin, perusahaan ini juga memakai bbm bersubsidi yang peruntukannya seharusnya untuk masyarakat umum. (MN-08)