MADINA, Mohga – baru-baru ini muncul jajak pendapat melalui aplikasi pollie.app untuk penilaian atau memilih calon Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada pilkada serentak tahun 2024.
Dari data dalam polling.app tersebut, jumlah suara yang masuk 612 vote. Sedangkan 8 suara abstain, terdiri dari 5 suara untuk pilihan butut dan 3 suara untuk tanda jempol.
Ada lima nama yang muncul pada pilihan calon wakil bupati Madina, yakni:
Posisi pertama ditempati Bahran Daulay sebanyak 274 suara atau 44 persen.
Bahran Daulay merupakan ketua kamar dagang dan industri (Kadin) Kabupaten Madina aktif saat ini. Ia dikenal sebagai pengusaha dibidang hasil pertanian khususnya komoditi karet dan usaha lainnya. Namun di kancah politik Bahran Daulay masih tergolong baru dan belum pernah maju pada pilkada maupun pemilihan legislatif
Posisi kedua ditempati Ir Ali Mutiara Rangkuti dengan perolehan 202 vote atau 33 persen
Ali Mutiara Rangkuti saat ini menjabat staf khusus Bupati Madina, Muhammad Jafar Sukhairi Nasution. Ali Mutiara sebelumnya pernah menjabat anggota DPRD Madina dari Partai Demokrat periode 2009-2014. Lalu pada pemilu legislatif tahun 2019 yang lalu Ali Mutiara maju sebagai caleg DPRD Sumut namun belum terpilih.
Posisi ketiga ditempati Sobir Lubis dengan perolehan 59 suara atau 10 persen.
Sobir Lubis saat ini aktif menjabat anggota DPRD Madina periode 2019-2024 dari Partai Golkar. Selain sebagai politisi, Sobir juga dikenal sebagai pengusaha dibidang ekonomi kreatif dengan mendirikan produksi pakaian dan alat kesenian daerah bernama Kampung Kaos Madina (KKM).
Posisi keempat ditempati Atika Azmi Utammi dengan perolehan 56 vote atau 9 persen.
Atika Azmi Utammi saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Madina yang mana pada Pilkada Madina 2020 lalu berpasangan dengan H. Muhammad Jafar Sukhairi Nasution. Dalam kancah politik di Kabupaten Madina, Atika Azmi tegolong masih belia. Sebab sebelumnya ia belum pernah menjabat di lembaga legislatif maupun pemerintahan. Atika Azmi diketahui baru-baru ini sudah masuk Partai Golkar.
Pemerhati politik Kabupaten Madina Raja Bangun Nasution menyebut pilihan masyarakat ini patut diacungi jempol. Karena masyarakat masih peduli dengan situasi perpolitikan di daerah.
“Patut kita apresiasi masyarakat kita memberikan pilihannya. Namun jajak ini perlu dilanjutkan dengan menawarkan sejumlah figur lain yang layak menjadi calon bupati maupun calon wakil bupati,” kata Raja kepada wartawan, Jumat (28/4/2023). (MN-08)






