MADINA, Mohga – Sebanyak 50 petani yang merupakan utusan dari kelompok tani se- Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, secara antusias ikut ambil bagian pada lomba tanam padi dalam rangka memeriahkan peringatan HUTRI ke-77 dipusatkan di areal persawahan Saba Rang Desa Padangbulan/ Muarasoro baru-baru ini
Seru dan meriah, apalagi kegiatan dihadiri tokoh masyarakat Madina H. Khoiruddin Nasution, Kadis Pertanian Madina diwakili Kabid Tanaman Pangan Juli Hidayah SP MM, Camat Kotanopan Pangeran Hidayat, para pengurus kelompok tani se- Kotanopan serta ratusan petani berasal dari berbagai desa di wilayah itu.
Sedangkan kategori yang dilombakan adalah seberapa banyak peserta yang terdiri dari laki-laki dan perempuan menerapkan teknologi ataupun metode tanam padi yang diprogram pemerintah di lahan beberapa meter persegi yang sudah dipersiapkan oleh pihak panitia.
Arya Benni Daulay selaku salah seorang panitia pelaksana mengatakan, lomba unik menanam padi dalam rangka HUT ke-77 Kemerdekaan RI ini bertujuan guna mengajak petani di Kotanopan untuk menerapkan teknologi berbudidaya tanaman padi seperti sistem tanam, jarak tanam, cara tanam, jumlah batang per rumpun dan lainnya.
“Jadi selain sebagai ajang silaturahmi kegiatan ini juga sebagai upaya mendorong warga melakukan metode tanam yang diprogramkan pemerintah.Nah ini coba kita adakan lomba supaya menjadi sesuatu yang membudaya di petani untuk meningkatkan profesionalitas,” katanya.
Sementara tokoh masyarakat Madina H.Khoiruddin Nasution mengemukakan, kegiatan lomba tanam padi adalah satu bentuk nyata perhatian pemerintah daerah kepada petani padi Madina untuk dapat meningkatkan produksi baik secara kuantitas maupun kualitas hasil panennya.
Ia berharap lomba tanam padi yang dilaksanakan panitia bisa berlanjut karena membuat petani makin bersemangat dalam menjalankan usaha tani padi dan kian giat untuk mencapai hasil panen lebih tinggi lagi.
“Mudah-mudahan berkat adanya lomba ini, dapat mendidik bagaimana bercocok tanam yang baik. Kemudian bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat untuk beralih pada teknologi-teknologi pertanian modern agar produktivitas tanaman padi meningkat baik secara kuantitas (hasil panen meningkat) maupun kualitatif (kualitas gabah lebih baik),” lanjutnya. (M10)






