MADINA – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) resmi menganggarkan dana sebesar Rp36,5 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan di ruas Jembatan Merah hingga Simpang Gambir, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Proyek strategis ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 mendatang.
Sebelum adanya kabar baik ini, tokoh masyarakat, tokoh pemuda di wilayah Pantai Barat sempat melayangkan kritik keras kepada Pemprovsu, bahkan mereka ingin mekar dari Provinsi Sumut dan bergabung ke Provinsi Sumatera Barat.
Kepastian pembangunan sejumlah intem infrastruktur tanggung jawab Pemprovsu di Madina termasuk wilayah Kecamatan Batang Natal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, dalam konferensi pers yang digelar di ruang kerjanya, Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Jumat (24/4/2026).
Saipullah menjelaskan bahwa komitmen perbaikan ini merupakan buah dari koordinasi intensif antara Pemkab Madina dan Pemprovsu pada pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Madina diwakili oleh Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution.
“Anggaran tersebut difokuskan untuk pembangunan dek atau bronjong pada titik-titik jalan yang amblas, serta pembangunan dua jembatan utama, yakni Jembatan Aek Inumon I dan Aek Inumon II,” kata Saipullah.
Selain ruas Jembatan Merah-Simpang Gambir, Pemprovsu juga mengalokasikan dana untuk perbaikan ruas Muara Pungkut-Simpang Banyak. Fokus pengerjaan di jalur ini adalah penanganan titik longsor dan area yang tergerus aliran sungai. Seluruh proyek ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2026.
Bupati Saipullah menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, atas perhatian khususnya terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Madina.
“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur. Perhatian besar ini sangat berarti agar akses sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat Madina tetap berjalan maksimal,” ucapnya.
Bupati Madina optimis, jika perbaikan titik longsor dan pembangunan jembatan ini selesai, waktu tempuh dari Panyabungan menuju Natal maupun sebaliknya akan terpangkas signifikan, sehingga mobilitas warga menjadi lebih efisien.
Kepala Dinas PUPR Madina, Akhmad Faizal, merincikan secara detail penggunaan total anggaran Rp36,5 miliar tersebut. Ada enam item proyek dengan total anggaran Rp 36,5 miliar lebih.
Proyek pertama, pembangunan jembatan Aek Inumon I total pagu anggaran Rp4,5 miliar. Kedua, pembangunan jembatan Aek Inumon II Rp4,0 miliar. Ketiga, penanganan longsoran ruas jalan Muara Soma-Simpang Gambir Rp 12 miliar.
Keempat, penanganan longsoran ruas jembatan merah-Muara Soma. Kelima, penanganan longsoran ruas Muara Pungkut-Simpang Banyak Rp3 miliar. Keenam, pemeliharaan berkala jalan Muara Soma-Simpang Gambir Rp6 miliar. (FAN)












