MADINA – Komandan Kodim (Dandim) 0212 Tapanuli Selatan Letnan Kolonel Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, SE, juga menyatakan dukungan terkait langkah Bupati Madina Saipullah Nasution soal penghentian Tambang Emas Ilegal di 12 Kecamatan di Madina.
“Mari kita dukung (penghentian tambang emas ilegal). Kita cari solusinya buat masyarakat juga. Apa kira-kira langkah kongkritnya,” kata Dandim Delli Yudha, Sabtu (19/4/2025) saat dihubungi.
Letkol Delli berpendapat bahwa masyarakat perlu sosialisasi dari pemerintah daerah terkait perizinan agar aktivitas pertambangan bisa legal.
“Sehingga masyarakat bisa bekerja (bertambang) tanpa melawan aturan, dan Pemda pun mendapatkan manfaat dari penambahan pajak,” ungkap dia.
Seruan penghentinan Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) pada 12 Kecamatan di Madina diketahui berawal dari laporan masyarakat Kecamatan Natal ke bupati. Air sungai di wilayah ini tidak terpakai akibat ulah tambang liar tersebut.
Sesuai dengan pengakuan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Madina Khairul, surat bupati itu benar adanya untuk ditindaklanjuti 12 camat yang tersentuh wilayah pertambangan emas ilegal.
Dukungan terkait langkah bupati soal penghentinan tambang Ilegal ini juga datang dari Institusi Kepolisian. Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh juga menyatakan mendukung penuh langkah bupati Saipullah Nasution.
Alumni Akpol 2005 ini berpendapat, dalam penutupan tambang emas ilegal, perlu keterlibatan dari masyarakat dalam mengawal surat Bupati Madina tersebut. (FAN)






