PALUTA – Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) Reski Basyah Harahap, S.STP. M.Si yang diwakili Sekretaris Daerah Dr. Patuan Rahmat, S.STP.MM secara resmi membuka kegiatan Lubuk Larangan NNB Aek Godang, bertempat di Sungai Aek Sihapas Desa Aek Godang, Kecamatan Hulu Sihapas, pada hari Minggu (12/10/2025).
Kegiatan tradisi tahunan ini berlangsung meriah dan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Tercatat sekitar 200 peserta ikut serta dalam kegiatan mancing bersama di area lubuk larangan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Reski Basyah melalui Sekda Dr. Patuan Rahmat menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan panitia pelaksana yang telah menjaga serta melestarikan tradisi lubuk larangan, sebagai bentuk kearifan lokal yang mengajarkan kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan perairan.
“Lubuk larangan ini bukan hanya sekadar ajang memancing, tetapi juga simbol gotong royong dan rasa cinta masyarakat terhadap kelestarian alam. Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar menjaga keseimbangan antara tradisi, lingkungan, dan kehidupan sosial,” tuturnya.
Disampaikan Sekda, bahwa Pemkab Paluta akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang memperkuat nilai-nilai budaya, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan ekonomi masyarakat.
Turut hadir dalam acara tersebut, Plt Kadis Peternakan Perikanan dan Kesehatan Hewan Paluta Amri Hamonangan Siregar,S.STP.MM, Plt Kepala BKPSDM Paluta Andi Syahruddin Marpaung,S.Kom.MM., Plt Kadis Kominfo Paluta serta Camat Hulu Sihapas Mhd Umar Nasution,SE.MM, Kepala Desa Aek Godang Mester Pohan, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat, serta perwakilan dari unsur Forkopimcam dan panitia pelaksana NNB Aek Godang.
Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat ini menjadi wujud dukungan nyata terhadap pelestarian tradisi lubuk larangan yang telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan mancing bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan dan kekeluargaan. Para peserta terlihat antusias menikmati momen kebersamaan di tepi sungai Aek Sihapas desa Aek Godang yang airnya jernih dan sejuk.
Sebagai penutup, panitia memberikan hadiah dan penghargaan kepada peserta yang berhasil mendapatkan ikan terbesar dan terbanyak, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tradisi lubuk larangan dapat terus dilestarikan dari generasi ke generasi sebagai warisan budaya, sarana mempererat silaturahmi, dan pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam di Kabupaten Padang Lawas Utara.(DsP)






