Satpol PP Kembali Padati Pasar Kuliling Panyabungan, Pedagang Marah-Menangis

MADINA – Satpol PP Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali turun ke Pasar Kuliling yang berada di Kelurahan Panyabungan 1, Kecamatan Panyabungan, Senin (6/10/2025).

Kedatangan Satpol PP itu diketahui sedang melakukan pengawalan terhadap Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution yang sedang melakukan dialog bersama pedagang sayuran dan buah-buahan.

Dilihat, sekitar 80an Satpol PP terlibat dalam pengawalan Wabup Madina Atika. Selain itu, BPBD juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Untuk jajaran kepala OPD dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Khairul, ST, Kepala Satpol PP Yuri Andri, Plt Asisten II Muktar Afandi, Plt Kepala Dinas Kominfo, Kepala BPBD, serta pihak Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan Panyabungan.

Pantauan di lokasi, Wabup Atika sebelum berdialog dengan pedagang, menyempatkan berbelanja pisang. Seterusnya, ia membujuk agar pedagang sayuran pindah ke pasar bekas Bioskop Tapanuli di Lingkungan 1 Kelurahan Kayu Jati.

Berbagai bentuk pemahaman yang disampaikan Atika dilihat tak diterima oleh pedagang. Atika meminta pedagang pindah secara serentak dan keseluruhan.

“Pindah ya inang (Buk) ke Pasar Tapanuli. Pemerintah daerah sudah meringankan beban inang semuanya. Sewa los itu gratis sampai Desember tahun ini,” kata dia.

Menjawab hal itu, pedagang serentak menjawab bahwa mereka tak setuju dipindahkan. Pedagang mengaku jualan mereka tidak laku di Pasar Tapanuli ditandai dengan uji coba tiga bulan belakangan ini.

Pedagang juga mengeluhkan lokasi Pasar Tapanuli yang kurang strategis. Pasar itu hanya memiliki satu pintu masuk, sehingga bongkar muat barang kesulitan.

“Banyak kendalanya itu. Polisi pun sering menilang, padahal banyak ini ibu-ibu belanja tak beres surat kendaraan bermotor dia,” jelas Pedagang.

Sebagian dari pedagang terlihat menangis. Dirinya mengaku barang dagangan dia tak laku di Pasar Tapanuli. Bahkan, pedagang itu menyebut masih punya hutang menutupi kerugian disaat berjualan di Pasar Tapanuli.

Dapat diketahui, Pemkab Madina sudah beberapa kali turun ke Pasar Kuliling, mulai dari sosialisasi, edukasi, pemindahan hingga penertiban. Namun upaya dalam memindahkan pedagang sampai saat ini belum juga dapat tuntas. (FAN)