Rumah Permanen Milik Anwar Ludes Terbakar

0
288
rumah milik Anwar Cut dan Roni Nasution ludes terbakar

MohgaNews|Sidimpuan – Anwar Cut (64) dan sang istri Roni Nasution (60) duduk lesu dalam keremangan belakang rumah mereka yang mulai habis dilalap api, Selasa (8/1) pagi pukul 04.00 subuh.

Rumah permanen yang diduga terbakar akibat anti nyamuk bakar itu terletak di pinggiran Jalan Lintas Sumatera HT Nurdin, Kelurahan Palopat Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Psp.

“Sudah selesaikah?,” tanya Anwar pada sang istri tentang proses pemadaman api di dalam rumahnya, saat Armada Pemadam Kebakaran meninggalkan lokasi itu.

“Belum, mereka pergi mengambil air,” sahut Roni Br Nasution, melihat kobaran api masih membias di atas rumah mereka.

Tak lama kemudian, seorang putri keduanya beserta tiga cucu datang memeluk mereka. Terisak. Sebenarnya, bila tidak sedang kedatangan tamu, Anwar dan Roni hanya tinggal berdua dalam rumah.

“Tinggal disini, kalau malam ini berenam. Karena pas pula anak lagi pulang, sama tiga cucu,” kata Anwar.

Ia kemudian menuturkan, pada awalnya ia menyalakan anti nyamuk bakar dalam rumah, beberapa jam sebelum kejadian itu bermula kisaran waktu pukul 02.00-03.00 Pagi. Kisaran waktu itu juga katanya, api telah mereka sadari dari asap yang timbul dan mulai membesar dari dalam salahsatu kamar.

Dengan cepat pula, api semakin menjadi dan menghanguskan satu bangunan rumah lainnya yang terpisah dari rumahnya. Rumah ini juga masih miliknya dan jadi kontrakan bagi pengontrak. Namun untuk saat ini, rumah itu kosong.

Tertotal, dua bangunan rumah permanen milik Anwar dan Roni habis terbakar. Dengan taksiran kerugian ratusan juta rupiah. Yang terselamatkan dari dua bangunan milik mereka hanya pada bagian kandang ternak ayam, dapur dan tempat memasak jajanan kue yang jadi usaha mereka.

Sementara seorang warga, Andi merasa kecewa dengan armada damkar yang diperbantukan untuk dalam memadamkan api. Penyebabnya, hanya dua armada yang beroperasi dan proses pemadaman memakan waktu sekitar dua jam.

“Kita sampai setengah jam, nunggu-nunggu armada itu datang lagi, begitu secara bergantian. Petugas Damkar sendiri juga sampai ikut menggunakan air ember berupaya memadamkan api itu,” ungkapnya. (MN-13)