MADINA, Mohga – Rambin atau jembatan gantung yang merupakan akses utama masyarakat Desa Sabadolok Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menuju areal persawahan dan perkebunan Saba Rimbahan nyaris ambruk. Lantai papan yang terpasang sudah terlihat lapuk serta papannya banyak yang terlepas.
Informasi dihimpun dari warga, kondisi titi gantung yang rusak parah ini sudah lama hampir satu tahun lamanya. Masyarakat yang hendak melintas pun merasa tidak nyaman dan was-was saat melewatinya. Agar rambin bisa dilewati, warga terpaksa membentangkan beberapa batang bambu di atas lantai yang memprihatinkan.
Titi Gantung yang panjangnya hampir 50 meter di atas sungai Batang Gadis itu terakhir kali direnovasi tahun 2017 lalu. Setelah itu tidak pernah lagi di perbaiki. Padahal, keberadaan rambin ini sangat urgen bagi warga yang mempunyai areal persawahan di Saba Rimbaan dan areal perkebunan di kawasan Sisongkur Desa Sabadolok.
“Setiap hari jembatan cukup banyak dilewati warga. Apalagi musim buah durian, ratusan warga maupun pembeli melewati rambin rambin. Tapi kini, kondisinya sudah sangat parah, kerusakannya pun karena termakan usia,” tutur Zul Asfi, salah seorang warga Sabadolok kepada Wartawan, Senin ( 1/8).
Jika titi gantung tersebut tak kunjung diperbaiki, Zulasfi memastikan, pendapatan hasil tani mereka akan berkurang akibat transportasi yang tidak lancar.
“Kondisinya sudah sangat parah, kerusakannya pun karena termakan usia,” imbuh pria bermarga Lubis ini.
Ditambahkannya, jembatan gantung itu butuh perbaikan total karena kondisinya yang sudah sangat parah. Jika dibiarkan, ia khawatir kerusakan akan semakin parah bahkan jembatan akan rubuh ke sungai.
Untuk itu, kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Mandailing Natal agar rambin di desa kami diperbaiki.
“Artinya, sebelum jembatan makan korban, sudah sepantasnya mendapat perhatian dari pemerintah daerah,” ujarnya. (MN.10)






