MohgaNews|Madina – perusahaan panas bumi yang beroperasi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) PT Sorik Marapi Geothermal (SMGP) melakukan berbagai upaya dalam rangka penanganan pandemi Corona Virus Disease (COVID-19). Salah satunya mendirikan posko yang bertempat di areal base camp perusahaan.
Posko tersebut guna memeriksa suhu tubuh semua karyawan secara rutin. Juga setiap tamu yang berkunjung akan diperiksa suhu tubuhnya dan diberikan pengarahan sesuai standar operasional prosedural (SOP) yang ditetapkan pemerintah dalam mencegah wabah virus Corona. Dan di perkantorannya, setiap ruangan dilengkapi hand sanitizer dan disiapkan masker bagi semua karyawan dan tamu.
External Affairs PT SMGP, Krishna Handoyo kepada wartawan, Rabu (6/5) mengatakan, posko pemeriksaan tersebut dibuka sesuai dengan anjuran pemerintah dalam menangani pandemi virus Corona. Dan telah berdiri sejak adanya instruksi pemerintah daerah melakukan pencegahan COVID-19.
“Perusahaan akan menaati semua kebijakan pemerintah. Karena perusahaan juga sangat peduli dengan wabah ini. Oleh sebab itu posko ini sejak dibuka sampai sekarang tetap aktif melakukan tugas-tugas sesuai SOP. seperti pemeriksaan suhu tubuh kepada semua karyawan dan menggunakan alat pelindung diri. Petugasnya juga memeriksa suhu tubuh setiap tamu yang masuk. Dan memberikan pengarahan sosial dan physical distancing, tentunya selalu menggunakan masker. Petugas dilengkapi alat pelindung diri sesuai standar yang berlaku dalam penanganan COVID-19,” terang Krishna.
Selain membuka posko pemeriksaan tersebut, PT SMGP kata Krishna sudah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka menanggulangi wabah virus corona. Seperti penyemperotan masjid dan mushalla, pembagian masker, dan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terkena dampak COVID-19. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan juga beberapa lembaga maupun organisasi kemasyarakatan.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina dr Syafaruddin Nasution kepada wartawan menyebut PT SMGP salah satu perusahaan yang kooperatif terkhusus penanganan COVID-19.
“SMGP cukup koperatif. Mereka buat posko pemeriksaan di base camp. Dan setiap karyawan dilakukan pemeriksaan secara rutin oleh tim medis yang disiagakan di Puskesmas. Itu sudah sesuai standar,” kata Kadis Kesehatan. (MN-01)






