Polisi amankan dua orang provokator pada Pilkada Madina

MADINA – Dua orang diduga provokator pemancing kericuhan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diamankan tim Penegakan Hukum (Gakkum) dan tim Patroli Polres Madina, Selasa (24/9/2024).

Kedua provokator itu diamankan saat tahapan kampanye akbar Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Madina nomor urut 3, Drs H. Bagus Seto, SH dan Ir. H. Gadumbang, S.Pd, dan saat pembukaan kotak suara di sebuah TPS.

tim Gakkum Pilkada Madina 2024 dan tim Patroli Polres Madina memboyong dua laki-laki diduga provokator, dan seterusnya dibawa ke Polres Madina untuk diproses hukum.

Kejadian ini diperagakan pada saat Simulasi Sispam Kota Operasi Mantap Praja Toba 2024 Polres Madina.

Turut hadir Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh SH SIK, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, forum koordinasi pimpinan daerah, para kepala OPD, camat se Madina dan undangan lainnya.

Pantauan Mohganews di Lapangan Multi Fungsi Tantya Sudhirajati Mapolres Madina, simulasi dimulai pukul 09.30 Wib. Sejumlah adegan yang ditampilkan dalam simulasi itu berjalan lancar.

Pengamanan pertama dilakukan oleh tim Advance. Tim ini mengecek panggung utama tempat kampanye dengan alat deteksi supaya hal-hal yang tidak diinginkan seperti ledakan bom tidak terjadi di lokasi kampanye.

Selanjutnya, pleton pengamanan lokasi kampanye menyebar mengelilingi panggung utama kampanye. Lalu, puluhan massa pendukung dari Paslon nomor urut 3 Bagus-Gadumbang (Bambang) memasuki lokasi kampanye membawa alat peraga kampanye (APK).

Insiden kericuhan pun terjadi di lokasi kampanye. Tim Gakkum bergerak cepat mengamankan terduga provokator. Seterusnya, pengamanan jalannya pemungutan suara berlangsung. Lagi, seorang provokator diamankan tim Patroli saat pembukaan kotak suara.

Diduga terjadi permasalahan perhitungan suara keliru di TPS, ratusan massa Paslon Bambang datang ke berdemonstrasi ke KPU.

Ratusan personel pengamanan dari Dalmas Polres Madina dan mobil water canon datang ke kantor KPU Madina karena massa mulai melakukan perbuatan anarkis.

Massa melempari personel Dalmas, dan terjadi bentrok berkepanjangan sehingga gas air mata dan mobil water canon terpaksa difungsikan. (FAN)