MADINA – sengkarut kasus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyita perhatian publik, apalagi kasus tersebut menyeret nama Ketua DPC Partai Gerindra Madina, Erwin Efendi Lubis yang ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Maret 2024 yang lalu.
Menyikapi hal ini, tokoh masyarakat Madina, Saparuddin Haji Lubis secara gamblang meminta Polda Sumut agar mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap Erwin Efendi Lubis
“Sederhananya saja, Erwin Efendi Lubis saat proses seleksi PPPK menjabat sebagai ketua DPRD Madina, dia adalah legislatif bukan eksekutif. Sedangkan proses PPPK ini adalah kewenangan eksekutif atau pemerintah daerah. Tentu yang bertanggungjawab dalam masalah ini adalah pemerintah daerah,

“Kedua adalah, Kejaksaan Tinggi Sumut sudah dua kali mengembalikan berkas perkara kepada penyidik (P-19). Dalam hal ini kita melihat ada keragu-raguan penyidik Polda Sumut dalam penetapan status tersangka kepada Erwin Lubis, kalau kita kaji lebih dalam lagi kita menduga ini syarat dengan tunggangan politik untuk menjerat saudara EEL dalam kasus ini, padahal persoalan ini ada di dalam ranah pemerintah, saya kira semua bisa melihat ini dengan jelas,” ungkap Saparuddin Haji Lubis, yang pernah sebagai Calon Bupati di Pilkada Madina 2015 lalu.
Oleh karena itu, Saparuddin Haji meminta penyidik Polda Sumut tidak memaksakan kehendaknya untuk menyeret Erwin Efendi Lubis dalam sengkarut PPPK Kabupaten Madina. Sebaiknya Polda Sumut menghentikan penyidikan agar tidak jadi bahan gunjingan berkelanjutan.
“Kalau memang ada keraguan saya kira Polda Sumut sebaiknya mengeluarkan SP3 untuk tersangka EEL, dan saya juga meminta masyarakat menahan diri agar tidak mengeluarkan statemen yang hanya omon-omon saja. Kita harus fair dalam berpikir dan bertindak, sehingga tidak ada pemaksaan kehendak dalam situasi ini,
“Apalagi kita dalam situasi Pilkada, mari kita jaga bersama agar proses demokrasi ini berlangsung dengan baik tanpa ada unsur kebencian dan sebagainya,” kata Haji, pimpinan umum media Mohganews. (FAN)










