MADINA – PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengapresiasi Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh dan jajarannya dalam pemberantasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di wilayah Kecamatan Kotanopan.
Ketua PC PMII Madina Ahmad Rizal Nasution mengatakan, tindakan yang dilakukan Kapolres Madina sudah tepat. PMII meminta Kapolres agar lebih tegas dalam mengungkap siapa pemodal aktivitas melanggar hukum tersebut.
“Sikap yang dilakukan oleh Polres Madina dalam menertibkan Peti sudah tepat. Selain di Kotanopan, PMII juga meminta agar semua aktivitas Peti di Madina ditindak tanpa pandang bulu,” katanya, Rabu (29/5/2024).
Di sisi lain, Rizal menilai penangkapan tujuh orang pekerja tambang di Kotanopan menjadi batu loncatan untuk Polres Madina dalam mengungkap pelaku Peti hingga ke jajaran teratas.
“Jangan hanya pekerja tambang yang jadi korban. Selain alat berat, PMII juga meminta agar kasus ini dikembangkan hingga tuntas. Pemodal, pemasok BBM, penampung emas, pemilik lahan dan lainnya harus diungkap,” tegasnya.
Belakangan ini tengah viral di wilayah Pantai Barat kembali terjadi penambangan ilegal, baik itu tambang emas maupun pasir dan batu atau galian c. Rizal berpendapat, Polres Madina juga harus mengambil langkah tepat dan menegakkan hukum.
“Kami berharap Pak Kapolres tegak lurus dalam menegakkan hukum. Tidak perlu memandang siapa dibalik itu semua, jalankanlah aturan itu dengan benar,” ujarnya.
Diketahui, Peti menggunakan Ekscavator di wilayah Kecamatan Kotanopan sudah ditertibkan oleh Polres Madina. Tujuh pekerja tambang dan 12 unit Ekscavator diamankan di sejumlah titik. (FAN)






