MohgaNews|Madina – Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs H Dahlan Hasan Nasution melakukan silaturahmi dengan dosen di STAIN Madina dan guru-guru sekolah yang mengajar di SD, SMP, dan SMA yang berada di komplek pendidikan, Desa Pidoli Lombang, Panyabungan baru-baru ini.
Selain tenaga pendidik, hadir juga pada pertemuan tersebut tokoh masyarakat H. Ismail Hakim Lubis yang akrap disapa Haji Atas beserta warga pemilik tanah yang menghibahkan sebagian tanahnya untuk pembukaan jalan menuju komplek pendidikan itu.

Silaturahmi tersebut dalam rangka dimulainya pembukaan dan pembangunan jalan menuju komplek pendidikan di STAIN Madina sepanjang 350 meter. Sebab, bencana banjir pada tahun 2018 yang lalu mengakibatkan ruas jalan hancur dan dibawa arus sungai. Dan di komplek pendidikan itu selain ada kampus STAIN Madina, disitu juga ada SMAN 2 Plus Panyabungan, SMAN 3, SMPN 6, SD 116 percontohan, dan Sekolah Luar Biasa (SLB)
Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan akan memberi penghargaan kepada warga pemilik tanah yang menghibahkan tanahnya untuk kelancaran proses pendidikan di kampus dan sekolah tersebut. Bupati menyebut keikhlasan pemilik tanah akan mendapat ganjaran kebaikan dan pahala besar di sisi yang Maha Kuasa.
“Bapak ibu yang menghibahkan tanah untuk keperluan pendidikan anak-anak kita ini adalah pahala besar. Ini sebuah amal kebaikan di sisi Tuhan. Di sisi lain, izinkan kami memberikan piagam penghargaan kepada bapak ibu yang sudah menghibahkan sebagian tanahnya untuk pembangunan jalan ini,” sebutnya.
Kemudian, Bupati memberikan banyak pesan kepada para dosen yang mendidik di kampus STAIN Madina begitu juga guru-guru sekolah yang bertugas di komplek pendidikan itu. Dahlan Hasan menyebut ada anugerah besar yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Madina, yaitu pintar. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya putra putri dari Mandailing yang menorehkan prestasi di kancah nasional hingga internasional.
“Masyarakat Madina dianugerahi Tuhan dengan pintar, tidak banyak daerah di Indonesia seperti daerah kita ini. Banyak putra putri dari daerah kita yang menjadi kebanggaan dan jasa-jasanya dikenang masyarakat Indonesia sepanjang masa. Seperti Perdana Menteri pertama di Indonesia yaitu Sutan Syahrir, Wakil Presiden kedua Indonesia Adam Malik Batubara, Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, dan banyak lainnya,
“Ada mantan Menko Perekonomian pak Darmin Nasution, Duta Besar Prof Todung Mulya Lubis, ada Jenderal bintang tiga yaitu Komjen Saud Usman Nasution. Dan kita juga punya putra putri terbaik yang pernah jadi imam besar masjid haram di Makkah. Kita juga punya banyak Ulama yang jadi panutan umat yang tersebar di berbagai penjuru negeri,” terang Dahlan.
Bupati menjelaskan semua prestasi yang membanggakan tersebut berawal dari proses penempahan diri dan mental dari guru di sekolah. Karena bagaimana pun hebatnya seseorang tidak terlepas dari peran guru dan orang tua. Guru dan orang tualah yang punya peran besar mendidik dan menempah pemimpin masa depan.
Tetapi, kata Dahlan, yang jadi kendala saat ini banyak generasi muda yang kehilangan arah dan jati dirinya sehingga rusak dikarenakan pergaulan dan lingkungan.
“Terkadang kita prihatin melihat anak-anak kita yang kuliah di luar kota, mereka tidak lagi dalam pengawasan orang tua, sehingga banyak yang kehilangan jati diri dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan adat budaya dan agama. Ini akibat lemahnya penguasaan dan pengmalan soal ilmu agama dan adat budaya. Banyak generasi kita yang rusak mentalnya, tidak mengerti sopan santun dan akhlak. Bahkan terjerumus dalam narkoba dan maksiat,
“Ini yang kita takutkan. Generasi kita hancur masa depannya karena tidak dibentengi dengan ilmu agama dan adat budaya yang kuat. Di sini saya minta peran para dosen dan para guru, kita bekali anak-anak kita dengan pengenalan dan pengamalan ilmu agama dan adat budaya yang kuat, sehingga mereka malu melakukan perbuatan yang melanggar hukum,
“Kami punya harapan besar kepada para guru kami untuk mencetak generasi yang bermental kuat, ilmu agamanya kuat, dan pengamalan adat budayanya juga kuat. Masa depan mereka ada di tangan bapak ibu semua,” pesan Bupati Dahlan Hasan.
Untuk mewujudkan pendidikan masyarakat Madina yang berkualitas, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyebut ia bersama pimpinan STAIN Madina sedang memperjuangkan peralihan status STAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Salah satu mengupayakan pembangunan kampus di wilayah Tor Siojo Kotanopan.
“Kita sedang mengupayakan UIN. jadi dari STAIN tidak lagi naik ke IAIN, tetapi kita ingin mengejar langsung jadi UIN. Ini bukan hal yang mustahil, karena mewujudkan itu kita harus membangun penambahan kampus. Seperti di Kotanopan akan dibangun kampus untuk fakultas perekonomian, hukum, pertambangan, dan pertanian. Di kampus utama STAIN ditambah fakultas kedokteran. baru-baru ini saya dihibahkan lagi tanah 6 hektar di pantai barat. Disana akan dibangun kampus perikanan.
“Karena itu, saya minta kerja sama yang baik dari bapak ibu dosen, kita pacu semangat mahasiswa kita untuk meraih nilai cumlaude. Tetapi, saya berharap kita jalankan tugas kita secara ikhlas, kita tekuni profesi kita jangan cuma sekedar melepas tugas tanggung jawab saja. Tetapi kita emban tugas kita dengan hati nurani, karena kita bulan lagi cerita hari ini melainkan masa depan generasi kita nanti,” pesan Bupati Dahlan Hasan Nasution. (MN-02)












