Penyebab Tewasnya 4 Warga Batang Natal Masih Simpang Siur

Daerah576 Dilihat

MADINA, Mohga – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal (Madina) dan Polsek Batang Natal memberikan keterangan soal 8 warga tertimpa pohon di areal perkebunan Desa Aek Holbung Kecamatan Batang Natal.

Diketahui peristiwa itu terjadi pada Minggu (30/7/2023) sekira pukul 18.30 WIB.

Kepala BPBD Madina Mukhsin Nasution mengatakan laporan dari anggotanya soal peristiwa itu belum mendapat titik terang.

“Kejadiannya benar tapi belum tahu informasi detail apa tujuan korban ke lokasi kejadian,” kata Mukhsin, Senin (31/7/2023).

Ditanya soal informasi bahwa delapan orang itu sedang melakukan aktivitas pertambangan, Mukhsin juga belum bisa memberikan keterangan lebih jelas soal pertambangan di lokasi.

“Laporan ada aktivitas pertambangan di lokasi belum tahu apakah sudah pasti, tapi ada laporan mereka sedang melakukan penambangan emas menggunakan alat tradisional,” jelasnya.

Kapolsek Batang Natal AKP M. Pakpahan kepada Mohganews menerangkan pihak Polsek baru mengetahui kejadian ini pada pagi harinya sesuai dengan laporan Camat, Marwansyah.

Pakpahan menyebut kedelapan pria itu berprofesi sebagai petani. Sementara tujuan ke lokasi bisanya, sebut Kapolsek, untuk mencari ikan dan berburu burung.

“Kejadian baru kita ketahui pagi tadi. Kita dapat info dari kecamatan ada 8 warga tertimpa pohon, 4 meninggal, 3 luka ringan dan 1 orang luka berat sehingga di rawat di RSUD Panyabungan,” ungkapnya.

Kapolsek memperjelas, saat kejadian itu, dua orang meninggal di lokasi dan dua orang lainnya meninggal di perjalanan saat dilarikan ke Puskesmas Muara Soma.

“Lokasinya dari perkampungan cukup jauh sekitar 4 jam perjalanan,” ujarnya.

AKP M Pakpahan belum bisa berbicara jauh soal aktivitas ke depalan orang itu di lokasi. Informasi pertambangan juga belum dibenarkan Kapolsek.

“Belum tahu kita apakah mereka ada bertambang di sana, pada intinya delapan pria itu bekerja sebagai petani,” tegasnya.

Empat orang yang meninggal dunia yakni Barlian (65), Jakfar (35), Marhalam (35) dan Edi.

Sementara korban luka ringan yaitu Kanaekan (37), Alwi (27) dan Salman (30). Sedangkan luka berat bernama Pandi (38). (MN-08)